Menbud: Dukungan Pendanaan untuk Pemenang Film Narasi Kepahlawanan
Menteri Kebudayaan Fadli Zon memastikan pemenang Program Produksi Film Narasi Kepahlawanan Tahun 2026 akan memperoleh dukungan pendanaan sesuai kategori produksi. Pernyataan itu disampaikan usai peluncuran program di Senayan Golf Club, Jakarta Selatan, Kamis, 9 Juli 2026.
Skema pendanaan berdasarkan kategori
Menurut Menbud, skema pendanaan berbeda antara film panjang, film pendek, dan dokumenter karena kebutuhan produksi yang tidak sama. Informasi rinci mengenai alokasi anggaran dijanjikan akan dipublikasikan secara terbuka melalui laman resmi program.
"Jadi mengenai anggaran itu, ada perbedaan untuk film panjang, film pendek, dan film dokumenter sesuai kebutuhan produksi. Semua informasi terkait pendanaan akan ditampilkan secara terbuka melalui website agar masyarakat dapat mengetahuinya,"
Fadli Zon menambahkan bahwa film dokumenter dan film pendek umumnya membutuhkan biaya lebih rendah dibanding film panjang yang proses produksinya lebih besar.
Target produksi dan distribusi
Program ini menargetkan produksi sejumlah karya sebagai bagian dari upaya penguatan narasi sejarah. Pemerintah menyebut target produksi meliputi:
- Sekitar 20 film pendek
- Sekitar 10 film panjang
Hasil produksi diharapkan dapat diputar luas, mulai dari bioskop dan sekolah hingga berbagai platform digital. Selain itu, pemerintah mendorong karya untuk mengikuti kompetisi perfilman nasional maupun internasional.
"Kita ingin karya-karya ini dapat diputar secara luas, mulai dari bioskop, sekolah, hingga berbagai platform lainnya. Selain itu, film tersebut juga diharapkan mengikuti kompetisi perfilman di tingkat nasional maupun internasional,"
Mekanisme seleksi dan pendampingan
Direktorat Film, Musik, dan Seni menyatakan telah menyiapkan perangkat pelaksanaan program secara komprehensif. Persiapan mencakup pedoman pelaksanaan, mekanisme pendaftaran, sistem seleksi, perangkat penilaian, dan skema pendampingan.
"Direktorat Film, Musik, dan Seni telah menyiapkan seluruh perangkat pelaksanaan program, mulai pedoman hingga mekanisme pendaftaran peserta. Seluruh proposal akan melalui tahapan seleksi administrasi, penilaian dewan juri, pitching, hingga penetapan penerima program,"
Proses pengembangan proyek, produksi, serta monitoring diklaim akan berjalan terbuka dan profesional untuk menjaga kualitas serta kekuatan nilai historis narasi kepahlawanan.
Kepemilikan karya dan tujuan jangka panjang
Pemerintah menetapkan bahwa hak kekayaan intelektual (intellectual property/IP) dari karya yang dihasilkan menjadi milik Kementerian Kebudayaan. Kepemilikan ini dimaksudkan agar karya dapat dikelola untuk kepentingan edukasi dan penyebaran sejarah secara luas.
Dengan dukungan pendanaan, mekanisme seleksi yang transparan, serta pengelolaan IP yang terpusat, program ini diharapkan memperkuat pemahaman generasi muda tentang perjuangan bangsa dan memperkaya historiografi kemerdekaan Indonesia.
Jurnalis hiburan yang fokus pada dunia selebritas, film, musik, dan budaya populer.
Berita Terkait
Kim Myung Soo Absen dari Tur Fanmeeting INFINITE karena Syuting
Kim Myung Soo batal ikut tur fanmeeting INFINITE (7 Juli 2026) karena benturan jadwal syuting drama; agensi...
WinWin Tinggalkan SM Entertainment dan NCT Setelah 10 Tahun
WinWin resmi akhiri kontrak dengan SM Entertainment pada 8 Juli 2026 dan menyampaikan surat perpisahan lewat...
6 Aktor Indonesia Raih Penghargaan Bergengsi Internasional
Enam aktor Indonesia meraih penghargaan internasional antara 2002–2022, menegaskan kualitas akting dan mendo...
6 Visual Ikonis SM Entertainment dari Yoona hingga Winter
Daftar enam visual wanita paling ikonis di SM Entertainment: Yoona, Eugene, Irene, Krystal, Sulli, dan Winte...
4 Film Adaptasi Novel Indonesia Populer yang Wajib Ditonton
Empat film adaptasi novel Indonesia — Habibie & Ainun, 5 cm, Dilan 1990, Home Sweet Loan — menyajikan kisah...
6 Film Horor Indonesia Terinspirasi Kisah Nyata
Enam film horor Indonesia yang terinspirasi kisah nyata menyajikan ketegangan berdasarkan pengalaman, kutuka...