Menbud Fadli Dorong Film Sejarah Tembus Festival Internasional
Menteri Kebudayaan Fadli Zon mendorong pengembangan film sejarah Indonesia agar tampil di festival film nasional dan internasional. Pernyataan itu disampaikan saat peluncuran Program Produksi Film Narasi Kepahlawanan Indonesia Tahun 2026 di Senayan Golf Club, Jakarta Selatan, Kamis, 9 Juli 2026.
Peluncuran program dan tujuan
Pada acara peluncuran, Fadli menegaskan bahwa film bertema sejarah bisa memperkuat identitas budaya dan memperkenalkan kisah perjuangan bangsa. Ia menyebutkan momen HUT Kemerdekaan ke-81 sebagai momentum untuk meningkatkan produksi karya bernilai sejarah.
Harapannya ke depan, semakin matang kita sebagai bangsa, memasuki usia 81 tahun. Indonesia mempunyai film-film sejarah yang dapat ikut dalam berbagai festival film, baik nasional atau internasional.
Perluasan distribusi agar karya mudah diakses
Pemerintah juga mendorong pemanfaatan berbagai platform pemutaran untuk memperluas jangkauan film sejarah ke seluruh daerah. Langkah ini ditujukan agar masyarakat di lapisan berbeda dapat mengakses dan memahami perjalanan bangsa melalui layar.
Kemudian dengan adanya IPV juga mungkin diputar di berbagai negara, maupun di daerah-daerah, di sekolah-sekolah. Termasuk antara lain, dalam konteks untuk merayakan kemerdekaan kita.
Kolaborasi dan penguatan ekosistem perfilman
Fadli menekankan pentingnya kolaborasi antara pembuat film, pemerintah, dan lembaga pendidikan. Dengan memperkuat ekosistem perfilman, nilai-nilai kebangsaan diharapkan bisa diwariskan kepada generasi muda sekaligus meningkatkan daya saing perfilman nasional.
Peran film dalam pendidikan sejarah
Bambang Aris Kartika, dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember, menilai film sejarah memiliki potensi besar sebagai media pembelajaran. Ia mengatakan film bergenre biopik dan sejarah bisa menghadirkan peristiwa masa lalu dengan cara yang lebih menarik bagi generasi muda.
Film, khususnya bergenre sejarah dan biopik, memiliki potensi besar menjadi sarana pembelajaran sejarah bagi kalangan milenial saat ini. Kecenderungan generasi muda yang lebih gemar menonton daripada membaca membuat film menjadi media edukasi yang semakin relevan.
Dampak dan prospek ke depan
Jika didukung distribusi dan kualitas produksi, film sejarah berpeluang menjadi jembatan antara pengetahuan sejarah dan publik luas. Selain memperkuat identitas nasional, keberhasilan di festival internasional juga dapat menaikkan reputasi perfilman Indonesia di panggung global.
Upaya mendorong film sejarah ini menjadi bagian strategi jangka panjang untuk menjaga warisan budaya sekaligus menumbuhkan minat generasi muda terhadap sejarah bangsa.
Jurnalis hiburan yang fokus pada dunia selebritas, film, musik, dan budaya populer.
Berita Terkait
Kim Myung Soo Absen dari Tur Fanmeeting INFINITE karena Syuting
Kim Myung Soo batal ikut tur fanmeeting INFINITE (7 Juli 2026) karena benturan jadwal syuting drama; agensi...
WinWin Tinggalkan SM Entertainment dan NCT Setelah 10 Tahun
WinWin resmi akhiri kontrak dengan SM Entertainment pada 8 Juli 2026 dan menyampaikan surat perpisahan lewat...
6 Aktor Indonesia Raih Penghargaan Bergengsi Internasional
Enam aktor Indonesia meraih penghargaan internasional antara 2002–2022, menegaskan kualitas akting dan mendo...
6 Visual Ikonis SM Entertainment dari Yoona hingga Winter
Daftar enam visual wanita paling ikonis di SM Entertainment: Yoona, Eugene, Irene, Krystal, Sulli, dan Winte...
4 Film Adaptasi Novel Indonesia Populer yang Wajib Ditonton
Empat film adaptasi novel Indonesia — Habibie & Ainun, 5 cm, Dilan 1990, Home Sweet Loan — menyajikan kisah...
6 Film Horor Indonesia Terinspirasi Kisah Nyata
Enam film horor Indonesia yang terinspirasi kisah nyata menyajikan ketegangan berdasarkan pengalaman, kutuka...