Olahraga

Sepekan Piala Dunia 2026: Neymar Pensiun, Kontroversi FIFA, Prancis

Bagikan:
Aksi pemain Piala Dunia 2026 saat pertandingan krusial antara Argentina dan Mesir

Ringkasan 3-10 Juli 2026: Pekan kedua Piala Dunia 2026 diwarnai kejutan dan kontroversi—Brasil tersingkir dan Neymar mengumumkan pensiun, intervensi politik terkait kartu merah Folarin Balogun, protes atas keputusan VAR, serta Prancis menjadi tim pertama ke semifinal.

Brasil tersingkir dan pengumuman Neymar

Brasil gagal melanjutkan langkahnya usai kalah di babak 16 besar. Keputusan itu diikuti pengumuman mengejutkan dari Neymar yang menyatakan pensiun dari tim nasional. Keputusan diumumkan setelah laga melawan Norwegia, saat Neymar terlihat terpukul dan berbicara kepada media.

"Saya sudah mencoba dan terus mencoba, saya mengawali karir saya (di timnas Brasil) di Met Life Stadium dan saya mengakhirinya di sini. Segalanya sudah selesai sekarang,"

Neymar telah menjadi ikon Selecao selama hampir dua dekade dan tercatat sebagai pencetak gol terbanyak timnas. Pengumuman pensiun ini menutup babak internasionalnya pada usia matang bagi kariernya.

Intervensi politik dan reaksi UEFA

Kasus kartu merah pemain AS, Folarin Balogun, memicu salah satu kontroversi terbesar pekan ini. Presiden Amerika Serikat mengakui meminta Presiden FIFA meninjau keputusan wasit terkait kartu merah tersebut. Pernyataan itu memicu kritik karena berpotensi mengganggu independensi perangkat pertandingan.

"Saya meminta peninjauan karena saya tidak berpikir itu pelanggaran... Saya tidak mengatakan Anda harus melakukan ini (kartu merah dibatalkan),"

Keputusan FIFA menangguhkan sanksi terhadap Balogun kemudian menuai kecaman dari UEFA. Badan sepak bola Eropa menyebut langkah itu melewati batas dan berpotensi merusak kredibilitas kompetisi.

"Ketika kepastian aturan tidak lagi dijamin oleh para penjaganya, integritas permainan dipertaruhkan dan kredibilitas kompetisi dirusak,"

Tuan rumah: Meksiko, AS, dan Kanada gugur

Ketiga negara penyelenggara—Meksiko, Amerika Serikat, dan Kanada—kompak tersingkir di babak 16 besar, sehingga tidak ada tuan rumah yang melaju ke perempat final. Ringkasan singkat:

  • Meksiko: Lolos juara Grup A, menyingkirkan Ekuador 2-0, lalu kalah 2-3 dari Inggris.
  • Amerika Serikat: Lolos dari Grup D, lalu dikalahkan Belgia 1-4 di babak 16 besar.
  • Kanada: Mengalahkan Afrika Selatan 1-0 di babak 32 besar, kemudian kalah 0-3 dari Maroko di 16 besar.

Kontroversi VAR dan protes Mesir

Argentina lolos ke perempat final setelah menang 3-2 atas Mesir, namun kemenangan itu memicu protes keras terkait keputusan wasit dan penggunaan VAR. Kubu Mesir menyebut ada standar ganda dan menuding keputusan teknis memengaruhi hasil pertandingan.

"Kami bermain lebih baik, tetapi sepak bola tidak adil. Mungkin ini soal pemasaran. Mereka ingin Messi tetap berada di turnamen,"

Protes tersebut disertai kritik publik di media sosial terhadap beberapa insiden yang dianggap tidak diperiksa secara konsisten oleh VAR.

Prancis ke semifinal, Mbappé cetak rekor

Prancis menjadi tim pertama yang memastikan tempat di semifinal setelah menaklukkan Maroko 2-0. Kylian Mbappé membuka keunggulan pada babak kedua dan Ousmane Dembélé menambah gol, menutup kemenangan 2-0.

Mbappé juga memecahkan rekor sebagai pemain termuda yang mencapai 20 penampilan di Piala Dunia. Pengamat menilai efektivitas serangan Prancis menjadi kunci kemenangan meski Maroko unggul penguasaan bola.

"Gol Mbappé dan Dembélé menunjukkan efektivitas serangan Prancis yang sangat baik... Prancis lebih mampu menciptakan peluang berbahaya dan mencetak gol penting,"

Penutup: Piala Dunia 2026, yang melibatkan 48 tim dan 104 pertandingan, memasuki fase krusial. Pekan 3-10 Juli menunjukkan bahwa keputusan wasit, penggunaan VAR, dan tekanan politik dapat memengaruhi persepsi publik terhadap integritas turnamen. Untuk menjaga kredibilitas kompetisi, banyak pihak meminta peningkatan transparansi dan konsistensi dalam pengambilan keputusan.

"Piala Dunia adalah evolusi alami sepak bola global. Karena itu, kualitas kompetisi dan kepercayaan publik harus selalu dijaga,"
Yoga Prasetyo
Penulis
Yoga Prasetyo

Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.

Berita Terkait