Ekonomi

IHSG Dibuka Menguat di 5.936,04, Diprediksi Bergerak Sideways

Bagikan:
Grafik pergerakan IHSG dengan indikator teknikal pada pembukaan sesi I 10 Juli 2026

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Jumat, 10 Juli 2026, berada di level 5.936,04 atau naik sekitar 23,6 poin dari penutupan sebelumnya. Tim Analis Phintraco Sekuritas memperkirakan indeks berpeluang bergerak sideways di rentang 5.800–6.000.

Pergerakan awal dan kondisi teknikal

Sebelumnya, IHSG menutup sesi Kamis (9 Juli 2026) dengan penguatan 0,67% ke level 5.912,44. Pada pembukaan sesi I, kenaikan tercatat tetapi tekanan teknikal masih terlihat.

Secara teknikal, penguatan indeks terbatas karena tertahan di area MA5. Indikator Stochastic RSI berpotensi mengalami Death Cross, meski histogram MACD masih berada di zona positif. Kondisi ini menandakan dorongan kenaikan terbatas dan peluang pergerakan datar dalam jangka pendek.

"Secara teknikal, penguatan IHSG tertahan di MA5 dengan Stochastic RSI yang berpotensi mengalami Death Cross. Namun histogram MACD masih bertahan di area positif," ujar Tim Analis Phintraco Sekuritas di Jakarta, 10 Juli 2026.

Data sektor riil: penjualan sepeda motor

Tim Analis mencatat penjualan sepeda motor pada Juni 2026 meningkat 1,1% secara tahunan menjadi 515.136 unit. Secara bulanan, penjualan naik 7,5% dibandingkan Mei 2026 setelah sebelumnya turun delapan persen.

Namun, penjualan sepanjang semester pertama 2026 masih melemah 0,3% year-on-year menjadi sekitar 3,13 juta unit. Capaian ini setara sekitar 46,7–48,9% dari target AISI 2026 yang dipatok pada 6,4–6,7 juta unit.

Penjualan ritel dan dampak pada konsumsi

Selain data otomotif, penjualan ritel pada Mei 2026 turun 3,9% year-on-year, memperpanjang pelemahan dari penurunan 3,7% pada April. Penurunan dua bulan berturut-turut ini menunjukkan lemahnya belanja konsumen.

Tim Analis menilai koreksi penjualan ritel adalah yang terdalam sejak Mei 2023. Faktor pemicu disebutkan meliputi kenaikan harga bahan bakar non-subsidi dan harga makanan yang mendorong inflasi dan menekan daya beli.

Proyeksi dan fokus investor

Dengan sentimen teknikal yang membatasi ruang kenaikan dan data konsumsi yang melemah, analis memperkirakan IHSG cenderung bergerak terbatas dalam rentang yang telah disebutkan. Investor diperkirakan akan menantikan data penjualan mobil Juni 2026 dan indikator ekonomi lain untuk arah pasar berikutnya.

Secara keseluruhan, kombinasi tekanan teknikal dan tanda-tanda melemahnya belanja domestik membuat prospek pergerakan IHSG lebih berhati-hati dalam jangka pendek.

Farhan Azhar
Penulis
Farhan Azhar

Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.

Berita Terkait