Indonesia-Armenia Perkuat Kemitraan Industri di INNOPROM 2026
Indonesia dan Armenia memperkuat kemitraan industri melalui pertemuan bilateral di ajang INNOPROM 2026 di Ekaterinburg, Rusia. Pertemuan pada Juli 2026 bertujuan memperluas kerja sama industri, membuka peluang kolaborasi baru, dan menindaklanjuti kesepakatan dagang yang telah dibuat sebelumnya.
Penegasan hubungan 34 tahun
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menilai pertemuan ini penting karena tahun 2026 menandai 34 tahun hubungan diplomatik antara kedua negara. Hubungan yang lebih dari tiga dekade dinilai memberi landasan kuat untuk memperdalam kerja sama ekonomi dan industri.
"Pada 2026, Indonesia dan Armenia menandai 34 tahun hubungan diplomatik sejak 22 September 1992 sebagai tonggak kerja sama. Saya meyakini semangat kemitraan lebih tiga dekade terus berkembang, membuka peluang kolaborasi lebih luas bagi kedua negara," ujar Agus.
Perdagangan dan akses pasar EAEU
Data perdagangan menunjukkan tren positif. Pada 2025, nilai total perdagangan bilateral mencapai 26,7 juta dolar AS, dengan ekspor Indonesia ke Armenia sebesar 26,2 juta dolar AS. Angka ini menjadi dasar untuk meningkatkan volume dan diversifikasi produk ekspor.
Agus menegaskan posisi strategis Armenia sebagai pintu masuk ke kawasan CIS melalui keanggotaan Eurasian Economic Union (EAEU). Menurutnya, posisi ini memberi nilai tambah dalam pengembangan rantai pasok dan akses pasar regional.
"Indonesia memandang Armenia bukan hanya sebagai mitra bilateral, melainkan juga pintu strategis menuju kawasan CIS melalui keanggotaan EAEU. Keanggotaan tersebut memberikan nilai tambah signifikan bagi pengembangan kerja sama industri kedua negara ke depan," kata Agus.
I-EAEU FTA dan manfaatnya
Sebagai pendorong, Indonesia–EAEU Free Trade Agreement (I-EAEU FTA) yang ditandatangani pada 21 Desember 2025 membuka akses pasar Eurasia berpenduduk hampir 180 juta jiwa. Perjanjian ini juga menyediakan preferensi tarif untuk lebih dari 85 persen perdagangan antara kedua pihak.
Rancangan MoU kerja sama industri
Untuk menindaklanjuti peluang tersebut, Kementerian Perindustrian mengusulkan rancangan Memorandum of Understanding (MoU) kepada Pemerintah Armenia. Rancangan mencakup beberapa fokus utama:
- Standar teknis dan regulasi industri
- Alih teknologi dan pengembangan SDM
- Penguatan rantai pasok dan dialog bisnis
- Pembentukan kawasan industri dan investasi bersama
Dampak dan prospek ke depan
Langkah-langkah ini diharapkan meningkatkan integrasi industri kedua negara, mendorong transfer teknologi, serta membuka peluang investasi dan kerja sama rantai pasok di kawasan Eurasia. Dengan kerangka I-EAEU FTA dan MoU yang sedang digodok, Indonesia dan Armenia berpotensi memperluas hubungan ekonomi dari perdagangan barang ke proyek industri strategis.
Kesepakatan lanjutan dan pelaksanaan teknis MoU akan menentukan seberapa cepat manfaat pasar EAEU dapat dioptimalkan oleh pelaku industri kedua negara.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Ekspor Industri Pengolahan Jan–Agu 2026 Tembus USD159,55 Miliar
Ekspor industri pengolahan Januari–Agustus 2026 mencapai USD159,55 miliar (Rp2.855,48 triliun), tumbuh 7,87%...
OJK Minta Perbankan Perkuat IT, Kebijakan Dividen Disesuaikan
OJK minta bank perkuat keamanan IT; dividend payout akan disesuaikan agar bank punya ruang investasi teknolo...
OJK Luncurkan Roadmap Perbankan 2026-2030, Lima Prioritas Utama
OJK meluncurkan RP3I 2026–2030 di Bali untuk memperkuat perbankan dengan lima prioritas, empat enabler, dan...
APBN 2027: Target Pertumbuhan 6% Jadi Tantangan Utama
Target 6% pada APBN 2027 jadi tantangan; investasi harus tumbuh 10-12% untuk mendorong ekonomi, kata Kepala...
Ekspor Manufaktur Agustus 2026 Tumbuh 12,48%, Topang Surplus
Manufaktur naik 12,48% pada Agustus 2026, dorong ekspor USD26,61 miliar dan neraca perdagangan surplus USD3,...
Briket Kayu Indonesia Dilirik Buyer Spanyol untuk Restoran Profesional
Calon buyer Spanyol menunjukkan minat pada briket serbuk kayu heksagonal Indonesia untuk restoran profesiona...