Ekonomi

Industri Kimia Indonesia Bidik Pasar Eurasia lewat INNOPROM 2026

Bagikan:
Delegasi industri kimia Indonesia di INNOPROM 2026 Ekaterinburg

Indonesia menjadikan pameran INNOPROM 2026 di Ekaterinburg, Rusia, sebagai wadah memperluas pasar industri kimia dan farmasi ke kawasan Eurasia. Keikutsertaan sebagai Official Partner Country ditujukan untuk meningkatkan ekspor, menarik investasi, dan membangun kemitraan industri yang berkelanjutan antara Indonesia, Rusia, dan negara anggota EAEU.

Kondisi sektor dan data kinerja terkini

Perkembangan sektor Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil (IKFT) menunjukkan tren positif pada awal 2026. Pertumbuhan triwulan I mencapai angka yang mendorong kontribusi lapangan usaha ini terhadap perekonomian nasional.

Indikator Nilai
Pertumbuhan triwulan I 2026 4,96%
Kontribusi terhadap PDB 3,88%
Ekspor Januari–Maret 2026 13,23 miliar USD (naik dari 12,77 miliar USD tahun sebelumnya)
Realisasi investasi Januari–Maret 2026 Rp47,20 triliun

Strategi resmi di INNOPROM 2026

Menteri Perindustrian menekankan bahwa sektor kimia dan farmasi bersifat strategis untuk kemandirian industri nasional. Pemerintah memanfaatkan INNOPROM untuk membuka peluang bisnis dan kolaborasi jangka panjang.

Indonesia memiliki potensi besar sektor kimia dan farmasi didukung ketersediaan bahan baku, kapasitas produksi berkembang, serta pasar domestik. Melalui INNOPROM 2026, kami memperluas kemitraan global, menarik investasi, dan membuka kolaborasi industri bermanfaat jangka panjang bagi kedua negara.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita pada 9 Juli 2026.

Peluang teknis dan komersial

Direktur Jenderal IKFT menilai pameran ini tepat untuk memosisikan kemampuan industri kimia Indonesia terhadap kebutuhan pasar Eurasia. Fokusnya meliputi penguatan rantai pasok, peluang investasi, serta kerja sama teknis seperti co-manufacturing dan transfer teknologi.

INNOPROM 2026 menjadi platform yang tepat untuk mempertemukan kemampuan industri kimia Indonesia dengan kebutuhan pasar Eurasia. Kami ingin membuka lebih banyak peluang investasi, memperkuat rantai pasok, sekaligus mendorong kerja sama industri yang berkelanjutan.

Peran BUMN dan peluang sektor pupuk

Partisipasi PT Pupuk Indonesia mempertegas fokus pada komoditas hilir seperti pupuk dan bahan kimia pertanian. Kehadiran perusahaan negara itu diharapkan membuka kerja sama konkret dengan mitra Eurasia.

Partisipasi Pupuk Indonesia di INNOPROM 2026 menjadi kesempatan penting memperkuat hubungan dengan mitra industri kawasan Eurasia. Kami berharap kehadiran Indonesia membuka ruang kerja sama konkret pada pengembangan industri pupuk dan bahan kimia pertanian.

Jangka panjang dan implikasi

Langkah ini berpeluang memperkuat posisi Indonesia dalam mata rantai industri kimia global. Selain potensi kenaikan ekspor dan investasi, fokus transfer teknologi dan pengembangan bahan baku farmasi dapat menambah nilai tambah domestik. Ke depan, implementasi kesepakatan di INNOPROM akan menentukan seberapa besar dampak konkret terhadap produksi dan investasi nasional.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait