Kemendag Perkuat Kemitraan UMKM Fesyen dengan Ritel Modern
Kementerian Perdagangan dan Metro Department Store menandatangani nota kesepahaman pada 9 Juli 2026 di Cibubur untuk memperkuat kemitraan pemasaran produk UMKM fesyen. Kesepakatan ini melibatkan 11 UMKM fesyen yang sekaligus menandatangani kontrak dagang, sebagai bagian dari implementasi Program Pengamanan Pasar Dalam Negeri.
Kemitraan dan penandatanganan
Penandatanganan MoU menunjukkan langkah konkret memperluas akses pasar bagi pelaku usaha lokal. Kementerian Perdagangan menyebut kerjasama ini membuka peluang co-branding sehingga produk lokal dapat bersaing dan berdampingan dengan produk asing di ritel modern.
“Kita ingin pasar dalam negeri yang besar ini diisi oleh produk-produk lokal. Kita tidak anti terhadap produk asing, tetapi ingin produk lokal dapat berdampingan (co-branding) dan bersaing dengan produk asing,” ujar Menteri Perdagangan Budi Santoso.
Proses kurasi dan kriteria produk
Kemendag dan Metro melakukan proses kurasi terhadap 81 UMKM binaan untuk memilih yang siap masuk ritel modern. Kualitas menjadi syarat utama agar produk diterima dan mampu menjaga kepercayaan konsumen.
“Syarat utama bagaimana bisa masuk di Metro Department Store atau di ritel modern yang lainnya adalah kualitasnya, karena kualitas ini akan menjaga kepercayaan,” kata Budi Santoso.
Dampak angka dan perluasan pasar
Saat ini, Metro Department Store mencatat produk lokal mendominasi sekitar 60 persen dari keseluruhan produk yang dipasarkan. Sejak 2025 hingga 2026, Kemendag telah memfasilitasi 1.477 UMKM untuk mengakses saluran distribusi ritel modern.
Program BINA dan promosi produk lokal
Kemendag juga mendorong konsumsi produk dalam negeri melalui Program Belanja di Indonesia Aja (BINA). Program ini dilaksanakan bersama ritel modern dan menghadirkan promo serta potongan harga pada momen-momen tertentu sepanjang tahun untuk meningkatkan penjualan produk lokal.
“Kita ada Program Belanja di Indonesia Aja. Ritel-ritel modern akan memberikan diskon pada berbagai momentum sepanjang tahun,” ujar Budi Santoso.
Respons pelaku usaha dan ritel
Presiden Komisaris Metro, Anita Ratnasari Tanjung, menegaskan semua produk UMKM yang masuk ke gerai Metro telah melewati kurasi ketat.
“Kami berterima kasih atas dukungan penuh pemerintah terhadap produk-produk UMKM lokal Indonesia. Produk UMKM yang hadir di Metro Department Store telah melalui proses kurasi dan memiliki kualitas, kreativitas, serta inovasi yang baik,” kata Anita.
Pendiri Bhumitala, Sekar Hapsari, mengapresiasi kesempatan yang diberikan. Ia berharap kemitraan ini bisa memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan penjualan jenama fesyen lokal.
“Kami mengapresiasi dukungan Kemendag dan Metro Department Store dalam memberikan ruang bagi kami, pemilik jenama fesyen lokal, untuk menjadi salah satu mitra pemasok bagi Metro Department Store,” ujar Sekar.
Ke depan, Kemendag berencana melanjutkan program kemitraan serupa dengan ritel modern lain untuk mendorong produk lokal masuk ke saluran distribusi yang lebih luas dan memperkuat daya saing UMKM di pasar domestik.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Pemerintah Usulkan Defisit RAPBN 2027 2,4% dari PDB
Pemerintah mengusulkan defisit RAPBN 2027 sebesar 2,4% PDB untuk dorong pertumbuhan dan jaga keberlanjutan f...
Harga Emas Pegadaian Turun, Galeri24 dan UBS Melemah 27 Agustus 2026
Harga emas Pegadaian turun pada 27 Agustus 2026; Galeri24 melemah Rp29.000/g dan UBS turun Rp20.000/g, penye...
Rupiah Melemah ke Rp17.781, Dolar AS Rebound Usai Data PCE
Rupiah melemah ke Rp17.781 per dolar AS pada pembukaan 27 Agustus 2026 setelah dolar AS menguat akibat data...
Harga Emas Antam Turun Rp27.000 per Gram, Update 27 Agustus 2026
Harga emas Antam turun Rp27.000 per gram pada 27 Agustus 2026; 1 gram kini di Rp2.723.000 menurut pembaruan...
IHSG Dibuka Naik 0,19% namun Tertekan Potensi Pelemahan
IHSG dibuka menguat 0,19% ke 6.417,76 pada 27 Agustus 2026, namun pelemahan rupiah dan aliran modal asing be...
IHSG Diprakirakan Melemah, Pasar Cermati Risiko Domestik
IHSG diprakirakan melemah pada 27 Agustus 2026 karena pelemahan rupiah, pengawasan devisa BI, dan tekanan ju...