Indonesia Official Partner INNOPROM 2026, Perkuat Diplomasi Industri
Indonesia tercatat sebagai negara Asia Tenggara pertama yang menjadi Official Partner Country pada INNOPROM 2026 di Rusia. Keputusan ini diumumkan pada 9 Juli 2026 dan dimaksudkan untuk memperkuat kerja sama manufaktur Eurasia melalui investasi, transfer teknologi, hilirisasi industri, serta perluasan akses pasar ekspor.
Status Official Partner Country
Posisi Indonesia sebagai Official Partner Country menempatkan negara ini sebagai fokus utama penyelenggaraan pameran teknologi dan industri terbesar di Eurasia. Selama empat hari pameran, delegasi Indonesia menyelenggarakan forum bisnis, business matching, dan pertemuan bilateral yang mempertemukan pemerintah, pelaku industri, serta investor internasional.
Keikutsertaan Indonesia sebagai Official Partner Country pada INNOPROM 2026 menjadi momentum strategis memperkuat hubungan industri nasional dengan Eurasia. Kami ingin membangun kemitraan saling menguntungkan melalui investasi, transfer teknologi, hilirisasi industri, serta perluasan akses pasar ekspor manufaktur.
- Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perindustrian
Indonesia Pavilion: ruang pamer dan peserta
Indonesia Pavilion berdiri di lahan seluas lebih dari 1.500 meter persegi dan menampilkan 50 co-exhibitor dari berbagai sektor strategis. Para peserta memamerkan produk, teknologi, dan inovasi manufaktur yang mencerminkan daya saing industri nasional.
Paviliun dirancang tidak hanya sebagai etalase produk, tetapi juga sebagai pusat negosiasi dan penjajakan investasi. Kegiatan yang digelar meliputi presentasi teknologi, sesi business matching, serta pertemuan bilateral antara pelaku industri Indonesia dan mitra Eurasia.
Target kerja sama: investasi dan transfer teknologi
Pemerintah menegaskan target konkret dari partisipasi ini: membuka peluang investasi, mempercepat transfer teknologi, mendorong hilirisasi industri, dan memperluas akses pasar ekspor manufaktur Indonesia. Harapannya, pertemuan di INNOPROM menghasilkan kesepakatan yang dapat segera diimplementasikan.
Indonesia Pavilion dirancang sebagai platform yang menghubungkan pelaku industri nasional dengan calon mitra strategis Rusia dan kawasan Eurasia. Melalui forum bisnis, business matching, dan pertemuan industri, pemerintah menargetkan kerja sama konkret bermanfaat bagi pengembangan industri kedua negara.
- Tri Supondy, Direktur Jenderal KPAII
Makna strategis dan prospek
Partisipasi sebagai Official Partner Country menjadi tolok ukur meningkatnya kepercayaan internasional terhadap kapasitas manufaktur Indonesia. Selain membuka jalan bagi investasi baru, momentum ini juga diharapkan memperkuat rantai pasok global dan mempercepat adopsi teknologi di sektor industri.
Ke depan, keberhasilan di INNOPROM 2026 dapat menjadi modal strategis bagi upaya pemerataan industri, peningkatan nilai tambah ekspor, dan langkah menuju target pembangunan jangka panjang.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
IHSG Dibuka Naik 0,19% namun Tertekan Potensi Pelemahan
IHSG dibuka menguat 0,19% ke 6.417,76 pada 27 Agustus 2026, namun pelemahan rupiah dan aliran modal asing be...
IHSG Diprakirakan Melemah, Pasar Cermati Risiko Domestik
IHSG diprakirakan melemah pada 27 Agustus 2026 karena pelemahan rupiah, pengawasan devisa BI, dan tekanan ju...
Butter Langka, Produksi Soft Cookies Kenny Crumbs Terhenti
Kelangkaan butter dan susu full cream di Mamuju memaksa UMKM Kenny Crumbs menghentikan sementara produksi so...
UMKM Mamuju: Saran Pemilik Kenny Crumbs Atasi Sulit Cari Kerja
Pemilik Kenny Crumbs mendorong pemuda Mamuju merintis usaha rumahan sebagai solusi keterbatasan lapangan ker...
Cincin Cangkang Penyu Diminati di Dobo, Ada Isu Konservasi
Cincin berbahan cangkang penyu diminati di Dobo karena estetika dan makna simbolis, namun pemanfaatannya men...
Pemko Lhokseumawe Perkuat Pemulihan UMKM Pascabencana
Pemko Lhokseumawe dukung program pemulihan UMKM pascabencana lewat sosialisasi Kemenkop UKM pada 26 Agustus...