Hiburan

Kemenbud Gelar Sayembara Produksi Film Kepahlawanan 2026

Bagikan:
Ilustrasi pengumuman sayembara Produksi Film Narasi Kepahlawanan 2026

Kementerian Kebudayaan membuka sayembara Program Produksi Film Narasi Kepahlawanan Indonesia 2026 untuk mendorong karya sinema tentang perjuangan mempertahankan kemerdekaan pada 1945–1950. Peluncuran program berlangsung di Senayan Golf Club, Jakarta Selatan, pada 9 Juli 2026. Pendaftaran dibuka 10 Juli hingga 10 Agustus 2026 melalui filmkepahlawanan.id.

Kebutuhan Narasi dan Tujuan Program

Menbud Fadli Zon mengatakan program ini bertujuan mengedukasi masyarakat, khususnya generasi muda, tentang sejarah dan kiprah para pahlawan. Program tidak hanya menyorot figur sentral, tetapi juga tokoh yang berjuang melalui perjuangan fisik dan diplomasi. Pendekatan melalui film diharapkan membuat sejarah menjadi refleksi kebangsaan, bukan sekadar catatan masa lalu.

Kita buka sebagai sayembara dan kita harapkan diikuti oleh banyak sineas kita. Tadi sudah ada sejarawan yang juga akan menjadi konsultan dan juga juri yang berpengalaman

Kategori dan Syarat Durasi

Sayembara dibuka dalam dua kategori utama. Peserta diminta mengajukan gagasan orisinal berbasis riset narasi kepahlawanan.

  • Film Panjang: durasi minimal 75 menit. Peserta bebas mengeksplorasi berbagai tokoh, peristiwa, dan dinamika sosial masa perjuangan melalui berbagai genre.
  • Film Pendek: durasi 15–30 menit. Fokus pada sejumlah peristiwa sejarah yang ditetapkan sebagai titik awal pengembangan cerita.

Sasaran Tema untuk Film Pendek

Untuk film pendek, panitia menyediakan sejumlah titik awal pengembangan cerita agar narasi tetap terfokus dan terverifikasi. Beberapa topik yang disebutkan antara lain:

  • Peristiwa Rengasdengklok
  • Proklamasi Kemerdekaan
  • Pertempuran Surabaya 10 November
  • Agresi Militer Belanda
  • Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI)

Pendampingan, Konsultasi, dan Peserta

Program menyediakan pendampingan menyeluruh, mulai dari penyempurnaan skenario hingga konsultasi bersama sejarawan dan budayawan. Peserta yang bisa mengikuti antara lain rumah produksi, perusahaan perfilman, komunitas film, serta sineas independen dari dalam negeri.

Program ini tidak hanya menjadi fasilitasi produksi film, tetapi juga membuka ruang kolaborasi bagi berbagai pemangku kepentingan. Kolaborasi tersebut melibatkan insan perfilman, sejarawan, akademisi, arsiparis, penulis skenario, produser, sutradara, serta praktisi perfilman lainnya secara bersama

Jadwal Seleksi dan Pengembangan

Pendaftaran: 10 Juli–10 Agustus 2026 melalui laman resmi. Proposal terpilih akan diumumkan pada Agustus 2026, lalu memasuki tahap pengembangan pada Agustus–September 2026. Tahapan ini mencakup bimbingan naskah dan verifikasi historis oleh tim ahli.

Inisiatif ini diharapkan mendorong kelahiran film-film sejarah yang berbasis riset dan kolaborasi lintas disiplin, sehingga cerita kepahlawanan Indonesia kian mudah diakses dan dipahami masyarakat luas.

Tiara Permata
Penulis
Tiara Permata

Jurnalis hiburan yang fokus pada dunia selebritas, film, musik, dan budaya populer.

Berita Terkait