BPOM Siap Uji Produk Impor dan Obat Inovatif
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM)
Kesiapan laboratorium untuk produk canggih
BPOM mengklaim fasilitas pengujian telah diperkuat untuk mengevaluasi keamanan, mutu, dan khasiat produk. Modernisasi laboratorium dilakukan untuk mengikuti perkembangan teknologi global dan kebutuhan pengujian obat inovatif.
"Fasilitas laboratorium kami siap menguji produk secanggih apa pun, termasuk obat-obatan inovatif dan produk baru. Laboratorium BPOM terus diperkuat mengikuti perkembangan teknologi global,"
Kewenangan pengawasan dan peran BPOM
Taruna menjelaskan kewenangan BPOM meliputi riset, pengujian pra-pasar (premarket), pengawasan pasca-pasar (postmarket), hingga penegakan hukum. Langkah ini dianggap penting untuk menjaga rantai pasokan yang masih bergantung pada impor bahan baku.
Data impor dan kondisi industri
BPOM menyebut sekitar 90 persen bahan baku obat masih diimpor, baik sebagai bahan mentah maupun produk antara. Di sisi lain, industri kosmetik lokal menguasai sebagian besar pasar domestik.
| Aspek | Persentase / Keterangan |
|---|---|
| Bahan baku obat diimpor | ~90% |
| Pasar kosmetik domestik | ~80% dikuasai produsen lokal |
| Produksi pangan | Mayoritas diproduksi dalam negeri (sebagian komoditas impor) |
Suplemen, kosmetik, dan pangan
Taruna menyebut jumlah produsen suplemen lokal terus bertambah. Namun beberapa produk masih diproduksi oleh perusahaan multinasional karena kaitan dengan industri farmasi global. Untuk pangan, mayoritas produk diproduksi domestik, meski beberapa komoditas tetap bergantung pada impor.
Fasilitas khusus dan kapasitas pengujian
BPOM menegaskan kemampuan pengujian tidak hanya untuk makanan dan kosmetik, tetapi juga narkotika dan obat yang berhubungan dengan virus. Salah satu modal utama adalah keberadaan animal center berstandar tinggi.
"Kalau berbicara kesiapan badan POM sebagai laboratorium pengetes, sampai sekarang kita termasuk yang masih terbaik di Asia. Khususnya Asia Tenggara, karena kita memiliki laboratorium pengujian yang lengkap,"
Dengan fasilitas dan kewenangan tersebut, BPOM berharap dapat menjaga standar keamanan dan mutu produk yang beredar serta merespons cepat perkembangan teknologi dan produk baru yang masuk ke pasar Indonesia.
Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.
Berita Terkait
RS Tria Dipa Pasang CT Scan Photon-Counting, Pertama di Asia Tenggara
RS Tria Dipa meluncurkan CT scan photon-counting pertama di Asia Tenggara untuk meningkatkan ketepatan diagn...
Kemenkes Percepat Pemulihan Layanan Kesehatan Pascagempa di NTT
Kemenkes percepat pemulihan layanan kesehatan di NTT; RSUD ditargetkan operasional dalam seminggu, puskesmas...
Pascagempa Flores: Pakar UI Mendesak Pemulihan Layanan Kesehatan
Pakar UI mendesak pemulihan layanan kesehatan pascagempa Flores: penilaian cepat, pemulihan fasilitas, air b...
Cek Kesehatan Gratis Warnai HUT RI Warga Depok
Warga Depok Country menggelar Cek Kesehatan Gratis bekerja sama dengan Halodoc pada 16 Agustus 2026 untuk de...
Mengenal Demodex: Tungau Mikroskopis di Kulit Wajah
Demodex adalah tungau mikroskopis yang hidup di folikel rambut wajah; jumlah berlebih dapat memicu blefariti...
Sentralisasi Pengadaan Alkes Hemat Rp10,25 Triliun, Kemenkes Ungkap
Kemenkes menyebut sentralisasi pengadaan alkes memangkas pengeluaran Rp10,25 triliun atau 52% dari estimasi...