Kebakaran TPA Jatiwaringin: 154 Warga ISPA, Anak Batuk dan Muntah
Puluhan warga di sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, mengalami gangguan pernapasan dan mual setelah kebakaran besar yang terjadi akhir Juni 2026. Data Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang mencatat 154 warga teridentifikasi mengalami gejala infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Kasus mulai dilaporkan sejak 30 Juni 2026 dan dampak asap menyebar ke kawasan pemukiman hingga menyebabkan beberapa anak muntah dan satu pasien perlu perawatan intensif.
Gejala dan dampak pada warga
Warga melaporkan gejala batuk, mual, muntah, serta sesak napas. Aroma tajam dan asap pekat dari lokasi kebakaran menyelimuti perumahan yang berjarak sekitar 2,5 kilometer dari TPA.
"Batuk ringan, muntah. Baunya sudah mendampaki hingga kepemukiman warga,"
Demikian diungkapkan Mimi Kettri, warga perumahan Griya Artha, Kecamatan Rajeg, pada Jumat, 3 Juli 2026. Mimi mengatakan buah hatinya sempat dirawat di rumah sakit karena paparan asap. Ia juga menyebut anaknya harus minum obat setiap hari untuk pemulihan.
"Nafas itu engap. Tenggorokan berasa sakit, itu saya yang udah dewasa, gimana anak-anak coba,"
Penanganan oleh Dinas Kesehatan
Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang melakukan pemeriksaan massal setelah kejadian. Kepala Dinkes melaporkan mayoritas korban adalah kelompok rentan, termasuk ibu hamil dan balita. Dari ratusan kasus ISPA yang tercatat, satu ibu hamil dirujuk ke RSUD untuk penanganan lebih lanjut.
"Yang sudah kita periksa sejak Selasa 30 Juni 2026 malam lebih kurang 154 warga. Mayoritas itu penyakit ISPA,"
Evakuasi dan respons warga
Beberapa keluarga memilih mengungsi untuk melindungi anggota yang terdampak. Ada warga yang mengungsi ke hotel sebagai tempat aman untuk pemulihan anak-anak setelah perawatan medis. Kepulan asap dan bau menyengat menjadi alasan utama pemindahan sementara ini.
Konteks dan langkah ke depan
Area TPA Jatiwaringin yang terbakar dilaporkan seluas sekitar 33 hektar, sehingga asap menyebar luas dan berdampak pada pemukiman di sekitarnya. Dampak kesehatan jangka pendek sudah terlihat pada ratusan warga; pemantauan lanjutan terhadap kondisi ibu hamil, balita, dan pasien yang menjalani perawatan intensif diperlukan. Informasi dan hasil pemeriksaan lanjutan oleh pihak kesehatan akan menentukan langkah mitigasi selanjutnya bagi masyarakat yang terdampak.
Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.
Berita Terkait
BPJS Soroti Beban Klaim Katastrofik dan Lonjakan Inflasi Medis
BPJS Kesehatan mencatat klaim penyakit katastrofik 26,28% pada 2025 dan menyorot lonjakan inflasi medis yang...
BPJS Kesehatan Catat Iuran JKN Rp176,72 Triliun
BPJS Kesehatan melaporkan iuran JKN 2025 sebesar Rp176,72 triliun dan 282 juta peserta; ada peringatan risik...
JKN Dorong PDB Rp129 T, Ciptakan 3,1 Juta Lapangan Kerja
Program JKN meningkatkan PDB Rp129 triliun dan menciptakan 3,1 juta pekerjaan; melindungi 14–16 juta orang d...
BPJS Watch dan Akademisi Mendesak Pemutihan Tunggakan Iuran JKN
BPJS Watch dan akademisi mendesak pemutihan tunggakan iuran JKN untuk mengembalikan keaktifan peserta dan me...
BPOM Perketat Pengawasan Trivam Fliege Palsu di Marketplace
BPOM intensifkan pengawasan setelah menemukan Trivam Fliege palsu berlabel propofol di marketplace; patroli...
ISPA Serang 154 Warga, Bumil dan Balita Terdampak Kebakaran TPA
Kebakaran TPA Jatiwaringin memicu 154 kasus ISPA, mayoritas ibu hamil dan balita; satu pasien dirujuk, pemad...