Kemnaker Target 150 Ribu Peserta MagangHub di Mandalika
Kementerian Ketenagakerjaan meluncurkan strategi untuk meningkatkan serapan tenaga kerja melalui program Magang Nasional atau MagangHub di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Pengumuman disampaikan saat diskusi ketenagakerjaan dan pelatihan pada Jumat, 3 Juli 2026. Tujuannya adalah mencetak lulusan siap kerja dan menutup kesenjangan keterampilan di industri pariwisata dan investasi setempat.
Target peserta dan dukungan pemerintahan
Pemerintah menargetkan kuota 150.000 peserta MagangHub pada 2026. Target ini sudah mendapat persetujuan Presiden. Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, mengajak perusahaan di KEK Mandalika untuk bergabung dalam platform agar penyerapan tenaga kerja meningkat.
Hasil evaluasi program
Evaluasi pelaksanaan MagangHub pada 2025 menunjukkan capaian positif. Tingkat kepuasan peserta tercatat mencapai 86 persen. Sementara kepuasan perusahaan terhadap kinerja peserta berada di angka sekitar 85 persen.
Hasil penilaian juga memperlihatkan peningkatan kompetensi peserta yang signifikan. Sekitar 30 persen peserta bahkan langsung mendapatkan tawaran kerja dari perusahaan tempat mereka magang. Sebagian dari mereka diangkat menjadi karyawan tetap.
Insentif dan sertifikasi
Program ini tak hanya menempatkan peserta pada tempat kerja. Pemerintah juga memberikan subsidi dan memfasilitasi sertifikasi kompetensi gratis melalui Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Langkah ini dimaksudkan agar kompetensi lulusan sesuai standar industri.
Respons terhadap kebutuhan tenaga kerja lokal
Kemnaker merespon keluhan pengelola KEK dan perusahaan yang kesulitan menemukan tenaga kerja lokal bersertifikasi. Untuk itu, Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas menyiapkan pelatihan berbasis kebutuhan industri yang sepenuhnya mengikuti permintaan dunia usaha.
Menegaskan perubahan paradigma pelatihan, Yassierli menyatakan:
"Kita harus mengubah paradigma pelatihan dari yang bersifat supply-driven menjadi sepenuhnya digerakkan kebutuhan industri."
Peran BLK dan BPVP di NTB
Untuk implementasi di lapangan, BPVP Lombok Timur dan seluruh Balai Latihan Kerja (BLK) binaannya ditugaskan sebagai garda terdepan. Lembaga-lembaga ini fokus pada keunggulan lokal seperti pariwisata, hospitality, dan kejuruan adaptif lain yang dibutuhkan Mandalika.
Implikasi untuk NTB dan langkah selanjutnya
Dengan berkembangnya investasi dan pariwisata di Mandalika, kuota MagangHub diharapkan memberi peluang kerja bagi putra-putri NTB. Percepatan penempatan magang, sinkronisasi pelatihan dengan kebutuhan perusahaan, dan pemberian sertifikat diharapkan mempercepat transisi peserta menjadi tenaga kerja produktif.
Detail program dan pendaftaran perusahaan dapat diakses melalui laman resmi kementerian: kemnaker.go.id.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
FIFGROUP Kampanyekan Kesetaraan Perempuan di Car Free Day Jakarta
FIFGROUP menggelar kampanye Perempuan Berperan di Car Free Day Jakarta pada 5 Juli 2026 untuk dorong kesetar...
India Jadi Pembeli Batu Bara AS Terbesar di Asia pada Kuartal I 2026
India menyerap lebih dari setengah ekspor batu bara AS ke Asia pada kuartal I 2026, dengan volume 7,46 juta...
Produk Fesyen UKM Raih Potensi Transaksi Rp33,15 Miliar di Korea
Produk fesyen UKM Indonesia raih potensi transaksi USD1,95 juta (Rp33,15 miliar) lewat partisipasi di ASEAN...
Kemendag Ajak Pelaku Usaha Jatim Perluas Ekspor lewat TEI 2026
Kemendag ajak pelaku usaha Jawa Timur ikut TEI 2026 di ICE BSD (14-18 Okt) untuk memperluas pasar ekspor dan...
Harga Emas Antam Stabil pada 5 Juli 2026
Harga emas Antam stabil di Logam Mulia pada Minggu, 5 Juli 2026; 1 gram tercatat Rp2.670.000 setelah koreksi...
KAI Services Apresiasi Prami yang Selamatkan Bayi di Kereta
KAI Services mengapresiasi prami Wanda Putri Lestari yang menyelamatkan bayi dua bulan ditemukan di toilet K...