BPOM Perkuat Laboratorium Terhubung di Lima Benua
BPOM memperkuat kapasitas laboratorium melalui pengembangan teknologi dan jejaring internasional untuk meningkatkan pengawasan obat dan makanan. Pernyataan ini disampaikan Kepala BPOM Taruna Ikrar pada konferensi pers di Jakarta, Senin, 6 Juli 2026. Langkah tersebut ditempuh untuk mendeteksi peredaran obat palsu dan produk pangan berisiko secara lebih cepat dan berbasis bukti ilmiah.
Perkuat kapasitas dan teknologi laboratorium
BPOM menargetkan peningkatan kemampuan analisis laboratorium dengan perangkat dan aplikasi khusus. Tujuannya untuk menghasilkan pengujian yang lebih akurat, termasuk analisis berskala nano.
Taruna menyatakan bahwa peningkatan kemampuan laboratorium penting untuk mendeteksi risiko obat dan makanan secara lebih efektif. Pengembangan ini meliputi perangkat lunak penilaian yang terintegrasi dengan data laboratorium.
Kami mengembangkan perangkat yang lebih spesifik berupa aplikasi untuk penilaian obat dan makanan berbasis laboratorium. Ke depan, melalui dukungan anggaran ADB, kami akan memperluas penguatan laboratorium dari Sabang sampai Merauke.
Jejaring internasional hingga lima benua
Selain modernisasi alat, BPOM juga memperluas jejaring laboratorium secara internasional. Tujuan konektivitas adalah membangun saling percaya dan pengakuan atas hasil pengujian antarnegara.
Taruna menekankan bahwa jaringan lokal tidak cukup; pengujian harus diakui secara global agar tindakan pengawasan lebih efektif.
Terkoneksinya laboratorium BPOM di Indonesia saja tidak cukup. Laboratorium kita harus terkoneksi dengan dunia luar agar tumbuh saling percaya dan pengakuan terhadap hasil pengujian.
BPOM menyebut kerja sama ini akan didorong secara berkelanjutan dan inovatif. Dukungan pendanaan dari ADB menjadi salah satu pendorong untuk memperluas jangkauan laboratorium ke seluruh wilayah Indonesia dan menjalin hubungan dengan laboratorium di lima benua.
Dampak pengawasan dan prospek ke depan
Perkuatan laboratorium diharapkan mempercepat deteksi obat palsu dan pangan berbahaya sehingga perlindungan konsumen meningkat. Pengawasan yang berbasis sains juga membantu menjamin mutu, gizi, dan khasiat produk yang beredar.
Ke depan, BPOM akan memadukan peningkatan kapasitas teknis dengan penguatan jaringan internasional. Strategi ini diharapkan membuat pengawasan obat dan makanan lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi serta dinamika perdagangan global.
Dengan langkah ini, BPOM berupaya memperkuat instrumen pengawasan sehingga temuan laboratorium dapat diterima secara internasional dan menjadi dasar tindakan pengawasan yang cepat dan tepat.
Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.
Berita Terkait
Kemenkes Tegaskan Perlindungan Nakes, RS Diminta Perketat Keamanan
Kemenkes minta rumah sakit perketat keamanan dan lindungi tenaga kesehatan; nakes berhak hentikan tindakan j...
Kebakaran TPA Jatiwaringin: 154 Warga ISPA, Anak Batuk dan Muntah
Kebakaran TPA Jatiwaringin menyebabkan 154 warga alami ISPA; banyak anak batuk dan muntah, satu ibu hamil di...
Kemenkes Ungkap 3 Temuan Investigasi Kematian dr Icha
Kemenkes paparkan tiga temuan investigasi kematian dr Icha: prosedur SABU, dugaan intimidasi di IGD, dan lem...
Kemenkes Serahkan Hasil Investigasi Intimidasi Dokter Icha
Kemenkes menyerahkan hasil investigasi dugaan intimidasi terhadap Dokter Icha ke polisi. Rincian disimpan un...
Kemenkes: Nakes Berhak Hentikan Pelayanan Jika Diintimidasi
Kemenkes menegaskan nakes berhak menghentikan pelayanan bila mengalami kekerasan, intimidasi, atau perundung...
BPJS Kesehatan Perluas Jaringan Layanan Publik
BPJS Kesehatan memperluas jaringan layanan fisik dan kanal pembayaran untuk meningkatkan akses dan pemerataa...