Kesehatan

Kemenkes Kerahkan Logistik Medis untuk Korban Kebakaran TPA Jatiwaringin

Bagikan:
Tim medis menyiapkan tenda dan oksigen bagi pengungsi kebakaran TPA Jatiwaringin

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyalurkan bantuan logistik medis dan mengaktivasi layanan darurat kepada masyarakat terdampak kebakaran Tempat Pembuangan Akhir TPA Jatiwaringin di Kabupaten Tangerang. Langkah ini ditempuh sejak awal Juli 2026 untuk memitigasi risiko gangguan pernapasan akibat paparan asap pekat yang meluas dan meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan.

Bantuan dan perlengkapan medis yang dikirim

Tim Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes mengirimkan peralatan untuk memperkuat pelayanan kesehatan di lokasi terdampak. Pengiriman difokuskan pada alat penunjang pernapasan dan proteksi diri warga.

  • 15 unit oksigen konsentrator
  • 6 unit oksimeter
  • 3 unit air purifier
  • 11.500 lembar masker bedah
  • 5.000 pasang sarung tangan medis

"Dukungan logistik kesehatan ini kami distribusikan untuk memperkuat pelayanan kesehatan di wilayah terdampak,"

Demikian ditegaskan Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes, Agus Jamaludin, pada Minggu, 5 Juli 2026. Ia menjelaskan bantuan disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan kasus infeksi saluran pernapasan akibat asap.

Posko lapangan dan layanan 24 jam

Kemenkes mendirikan dua unit tenda rumah sakit lapangan berukuran besar yang dilengkapi 10 unit veltbed sebagai pusat penanganan darurat. Satu tenda sudah difungsikan di lokasi terdampak, sedangkan tenda kedua disiagakan di Puskesmas Rajeg agar dapat segera dimobilisasi ke titik baru bila diperlukan.

"Kami menyiapkan dua unit tenda kesehatan. Satu tenda sudah difungsikan dilokasi terdampak untuk pelayanan masyarakat, sedangkan satu tenda lainnya masih kami standby-kan di Puskesmas Rajeg agar sewaktu-waktu dapat segera dimobilisasi apabila ada titik terdampak baru,"

Posko medis di sekitar area TPA Jatiwaringin telah diminta siaga 24 jam. Sinergi antara Puskesmas Rajeg, Puskesmas Mauk, dan Puskesmas Sukadiri diperketat untuk menanggulangi lonjakan pasien dengan keluhan ISPA.

Evakuasi dan kondisi kebakaran

Hingga hari kelima penanganan, kobaran api di TPA Jatiwaringin baru tertangani sekitar 40 persen. Dampaknya, jumlah warga yang mengungsi meningkat menjadi 102 jiwa. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyebut evakuasi itu diperlukan untuk menghindari bahaya dari sebaran asap material sampah.

"Hingga saat ini, petugas gabungan terus berupaya melakukan penanggulangan,"

Muhari menambahkan tim medis disiagakan secara terus-menerus selama 24 jam di lokasi pengungsian dan titik terdampak untuk memberi perawatan prioritas pada kelompok rentan seperti balita, lansia, dan penyintas penyakit bawaan. Laporan medis menunjukkan beberapa warga mengalami sesak napas dan muntah akibat paparan asap.

Prospek penanganan

Koordinasi Kemenkes dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang dan puskesmas setempat terus berjalan untuk membagi klaster pelayanan secara taktis. Upaya ini bertujuan menekan angka ISPA dan memastikan pelayanan darurat terjaga hingga kebakaran lebih terkendali dan situasi kesehatan publik membaik.

Putri Anindya
Penulis
Putri Anindya

Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.

Berita Terkait