LINK Berhasil Orbit, Misi Selamatkan Observatorium Swift Dimulai
NASA mengonfirmasi wahana robotik LINK milik Katalyst Space berhasil menjalin komunikasi setelah memasuki orbit Bumi, memulai misi penyelamatan Observatorium Neil Gehrels Swift yang telah beroperasi selama 21 tahun. Peluncuran berlangsung Jumat, 3 Juli 2026, dari Atol Kwajalein, Kepulauan Marshall, menggunakan roket Pegasus XL yang dilepaskan dari pesawat L-1011 Stargazer.
Peluncuran dan komunikasi awal
Pegasus XL milik Northrop Grumman melepaskan LINK pada ketinggian sekitar 12 kilometer, lalu wahana memasuki orbit dan segera melakukan kontak dengan tim pengendali di bumi. Komunikasi awal ini menjadi operasi luar angkasa pertama LINK setelah diluncurkan.
Dalam beberapa pekan ke depan, tim akan menjalankan pemeriksaan fungsi dasar untuk memastikan sistem utama beroperasi normal sebelum memulai operasi lebih lanjut.
Rencana operasi: verifikasi, pemetaan, dan pengangkatan
Tim akan memeriksa sistem propulsi, sensor, dan navigasi secara bertahap. Setelah konfirmasi kesehatan sistem, LINK akan mendekati Observatorium Neil Gehrels Swift untuk melakukan pemetaan kondisi.
Kemudian, wahana akan menangkap Swift dan mengangkatnya ke orbit yang lebih tinggi. Proses pengangkatan ini diperkirakan berlangsung selama beberapa bulan hingga target orbit tercapai dan daya tahan observatorium diperpanjang.
Alasan misi dan penunjukan kontraktor
Misi ini dilakukan karena orbit Swift mengalami penurunan akibat hambatan atmosfer Bumi, kondisi yang diperparah oleh meningkatnya aktivitas Matahari. Pada September tahun lalu, NASA menunjuk Katalyst Space untuk merancang, membangun, menguji, dan meluncurkan LINK.
Tujuan akhirnya adalah memperpanjang masa operasional Swift sehingga instrumen pengamatannya tetap aktif untuk penelitian astronomi.
Gangguan pra-peluncuran dan perbaikan
Sebelum peluncuran berhasil, ada pembatalan karena gangguan perangkat lunak yang memengaruhi sistem navigasi roket Pegasus. Northrop Grumman kemudian memperbarui perangkat lunak dan memastikan sistem keselamatan bekerja sesuai prosedur.
Perusahaan juga memeriksa kondisi semua komponen roket dan pesawat pembawa. Setelah semua dikonfirmasi aman, peluncuran dilanjutkan dan LINK akhirnya berhasil mencapai orbit.
Dengan keberhasilan komunikasi awal ini, tim kini memasuki fase kritis misi yang akan menentukan keberhasilan perpanjangan hidup Observatorium Neil Gehrels Swift dalam beberapa bulan mendatang.
Editor teknologi yang mengulas gadget, kecerdasan buatan, startup, dan inovasi digital.
Berita Terkait
COGI VR BRIN: Simulasi VR untuk Pengenalan Teknologi Nuklir
Poltek Nuklir BRIN luncurkan COGI VR, simulasi replica gamma irradiator untuk meningkatkan literasi nuklir s...
GodDamn: Waspada, Ransomware Bekerja Lama Sebelum Mengunci File
ITSEC Asia: Serangan GodDamn sering dimulai jauh sebelum file dikunci, lewat pencurian kredensial dan perger...
James Webb Ungkap Jejak Tabrakan Pembentuk Planet Muda
James Webb menemukan jejak tumbukan besar pada sistem bintang muda, membantu memahami proses pembentukan pla...
Dilema Bimbel vs Kemandirian Siswa Dibahas di IIBF 2026
Diskusi IIBF 2026 mengupas dilema bimbel komersial dan pentingnya kemandirian belajar dengan buku panduan be...
Kecemasan Ujian Bikin Blank, Taktik Soal Dibahas di IIBF 2026
Pakar dan pelajar di IIBF 2026 membahas bagaimana kecemasan ujian memicu reaksi biologis, serta strategi nap...
Erlangga Luncurkan Program Final Sprint TKA di IIBF
Erlangga meluncurkan program Final Sprint TKA pada 1 Oktober 2026 di IIBF untuk persiapan masuk PTN, dengan...