Menang Tipis vs Paraguay, Prancis Diminta Benahi Taktik Hadapi Maroko
Prancis memastikan tiket ke perempat final Piala Dunia 2026 setelah menyingkirkan Paraguay, namun dinilai perlu memperbaiki taktik jelang lawan Maroko pada babak berikutnya. Meski menguasai bola hingga 76 persen, Les Bleus kesulitan menciptakan peluang dari permainan terbuka, sehingga kemenangan datang dengan cara yang kurang meyakinkan.
Dominasi penguasaan bola tetapi mandek
Pengamat Indra Rangkuti menilai penguasaan bola tinggi tidak otomatis berujung gol. Menurutnya, Paraguay menerapkan pertahanan sangat rapat sehingga ruang terobosan menjadi sangat sempit dan kreatifitas lini tengah seperti terkunci.
Paraguay menerapkan taktik bertahan total atau parkir bus sehingga Prancis sangat sulit menembus area pertahanan mereka
Indra menambahkan strategi bertahan berlapis tersebut realistis untuk menghadapi tim dengan lini serang berkualitas seperti Prancis. Oleh karena itu, angka penguasaan bola menjadi kurang relevan tanpa peluang bersih yang dihasilkan.
Solusi bola mati dan peran pemain
Kebuntuan memaksa Prancis mengandalkan situasi bola mati sebagai sumber ancaman utama. Indra menilai cara ini menjadi alternatif saat permainan terbuka gagal menembus log jam pertahanan lawan.
Dia juga menepis anggapan bahwa tim terlalu bergantung pada Kylian Mbappé. Meski peran Mbappé krusial, Prancis diyakini masih memiliki sejumlah opsi menyerang yang bisa diandalkan.
- Ousmane Dembélé
- Warren Zaire-Emery atau pemain sayap lainnya (misalnya Barcola)
- Alternatif lain di lini depan saat Mbappé mendapat penjagaan ketat
Prancis masih punya Dembele, Barcola, dan pemain lain yang mampu mencetak gol. Deschamps harus memastikan aliran bola tidak hanya berakhir kepada Mbappe
Ancaman Maroko dan rekomendasi taktik
Menghadapi Maroko di babak delapan besar, Indra memberi peringatan agar Prancis tidak mengulangi pola permainan yang sama. Maroko dinilai kuat dalam pertahanan dan mematangkan serangan balik yang efektif.
Dia menyoroti beberapa nama yang berbahaya bagi Prancis, termasuk Achraf Hakimi yang mengenal beberapa pemain Prancis melalui klub, serta pemain seperti Azzedine Ounahi dan Eliesse Ben Seghir yang dapat mengancam dari lini tengah.
Deschamps harus memutar otak, karena Maroko kuat dalam pertahanan. Selain itu mereka juga memiliki banyak pemain berbahaya yang memahami karakter sepak bola Prancis
Indra memprediksi laga melawan Maroko bakal berlangsung ketat dan berpotensi menjadi salah satu pertandingan terbaik di perempat final. Kesimpulannya, Prancis perlu memperkaya variasi serangan dan menyiapkan skema khusus untuk menghadapi pertahanan rapat serta ancaman serangan balik lawan.
Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.
Berita Terkait
Daryz Juara Prix de l'Arc de Triomphe 2026 untuk Kedua Kali
Daryz dan joki Mickael Barzalona mempertahankan gelar Prix de l'Arc 2026 di ParisLongchamp pada 4 Oktober, j...
Chanathip Puji Perkembangan Timnas Indonesia Jelang Final
Kapten Thailand Chanathip memuji perkembangan Timnas Indonesia menjelang final FIFA ASEAN Cup 2026 di SUGBK,...
Indonesia vs Thailand: Final FIFA ASEAN Cup 2026 di SUGBK
Indonesia vs Thailand di final FIFA ASEAN Cup 2026, Senin 5 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di SUGBK — laga pen...
Barcelona Siapkan Kontrak Jangka Panjang untuk Raphinha, Espart, Bernal
Barcelona memulai perpanjangan kontrak jangka panjang untuk Raphinha, Xavi Espart, dan Marc Bernal sebagai b...
Cosmo JNE Jakarta Bungkam Nanzaby FC Kepri 3-2 di PFL 2026
Cosmo JNE Jakarta menang 3-2 atas Nanzaby FC Kepri di GOR POPKI Cibubur, Sabtu 3 Oktober 2026, setelah gol c...
Djokovic Taklukkan Zverev, Catat 32 Kemenangan Beruntun di Beijing
Novak Djokovic menundukkan Alexander Zverev 4-6, 6-4, 6-4 di Beijing, mencatat rekor 32 kemenangan beruntun...