Kemendag Ajak Pelaku Usaha Jatim Perluas Ekspor lewat TEI 2026
Kementerian Perdagangan mengajak pelaku usaha di Jawa Timur memanfaatkan Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 untuk memperluas akses pasar ekspor. Ajakan itu disampaikan saat sosialisasi TEI 2026 di Surabaya, dengan harapan mendorong peningkatan transaksi dan jejaring internasional.
TEI 2026 sebagai peluang pasar global
Direjen Pengembangan Ekspor Nasional, Fajarini Puntodewi, menilai TEI menjadi ajang strategis bagi pelaku usaha menampilkan produk unggulan ke pasar dunia. Ia menekankan pentingnya partisipasi pelaku usaha dari daerah untuk meningkatkan daya saing produk nasional.
"TEI 2026 membuka peluang bagi para pelaku usaha dalam negeri. TEI menjadi ajang strategis untuk memperluas akses pasar sekaligus meningkatkan ekspor produk Indonesia," ujar Puntodewi.
Target penyelenggaraan dan transaksi
TEI ke-41 dijadwalkan berlangsung pada 14-18 Oktober 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Kabupaten Tangerang, Banten. Panitia menargetkan lebih dari 1.500 peserta pameran, 8.000 buyer dari berbagai negara, dan sekitar 30.000 pengunjung.
"Kami menargetkan TEI 2026 diikuti oleh lebih dari 1.500 peserta pameran. Untuk target transaksi, kami optimistis dapat mencapai USD 17,5 miliar," kata Direktur Pengembangan Ekspor Produk Primer, Miftah Farid.
Ajakan khusus bagi pelaku usaha Jawa Timur
Miftah mengajak pelaku usaha Jawa Timur untuk aktif berpartisipasi dan memanfaatkan kesempatan bertemu buyer mancanegara. Ia menilai pameran ini menjadi wahana untuk menjalin kemitraan dan memperluas saluran ekspor produk unggulan daerah.
"Kami mengundang seluruh pelaku usaha di Jawa Timur untuk berpartisipasi pada TEI 2026. Kita tunjukkan kepada dunia produk-produk Jawa Timur yang unggul dan mampu bersaing di pasar global," ujar Miftah.
Pengalaman pelaku usaha
Pelaku usaha yang pernah mengikuti TEI menyatakan dampak positif dari partisipasi mereka. Pemilik PT Sari Bhuwana, Sri Astutik, mengatakan keikutsertaannya sejak 2021 membawa buyer dari beberapa negara, sehingga perusahaan berencana kembali pada 2026.
"TEI merupakan acara yang luar biasa. Bukan hanya mendapatkan buyer, tetapi menjadi ajang mendapatkan informasi terkait pasar potensial di negara tujuan dan berelasi dengan pelaku UMKM lainnya," ujar Sri.
Hal senada disampaikan Marketing Manager CV Rumah Jeddiah, John Ricky Marsoedhi. Ia mendorong rekan pengusaha untuk tidak ragu ikut TEI karena manfaat jaringan dan peluang bisnis yang besar.
"Saya harap teman-teman dan para pengusaha yang ingin ikut TEI jangan ragu. TEI menjadi kesuksesan yang luar biasa untuk perusahaan Indonesia," ujar John.
Implikasi dan prospek
Kemendag berharap TEI 2026 menjadi momentum mempertahankan dan mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional di tengah tantangan perdagangan global. Dengan target peserta dan nilai transaksi yang ambisius, pameran ini diharapkan membuka jalur ekspor baru bagi pelaku usaha daerah, termasuk Jawa Timur.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Malahayati Konsultan: Edukasi Pinjol Tetap Berjalan Meski Proses Administratif
Malahayati Konsultan tetap menjalankan edukasi literasi pinjol di Jakarta Selatan, meski proses administrati...
Tiga Stasiun Terhubung Pelabuhan Layani 3,88 Juta Penumpang
Merak, Ketapang, dan Tanjung Priok layani 3,88 juta penumpang pada Semester I 2026, naik 5,12% dari 2025.
KAI Layani 308.874 Wisatawan Mancanegara Semester I 2026
KAI melayani 308.874 wisatawan mancanegara pada Semester I 2026, tumbuh 2,54% dibanding 2025 dengan kontribu...
Public Speaking untuk UMKM: 5 Cara Perluas Peluang Bisnis
Public speaking membantu UMKM menarik pelanggan, memperluas relasi, dan mempermudah daya tawar saat mencari...
Kementan Gaspol: Gerakan Tanam Serempak 50.000 Ha untuk Swasembada
Kementan meluncurkan Gerakan Tanam Serempak 50.000 ha pada 3 Juli 2026 di 25 provinsi untuk percepat swasemb...
OJK Perkuat Ekosistem Keuangan Digital dengan Regulasi Adaptif
OJK memperkuat ekosistem keuangan digital lewat regulasi adaptif dan Roadmap IAKD 2026-2031, dibahas dalam s...