KAI Layani 308.874 Wisatawan Mancanegara Semester I 2026
PT Kereta Api Indonesia (KAI) melayani 308.874 wisatawan mancanegara pada Semester I 2026, atau meningkat 2,54 persen dibanding periode yang sama tahun 2025. Manajemen melaporkan data resmi tersebut pada Sabtu, 4 Juli 2026, menandai tren kenaikan minat pelancong asing terhadap moda kereta api jarak jauh di Indonesia.
Lonjakan selama beberapa tahun terakhir
Volume penumpang asing menunjukkan kenaikan bertahap dalam beberapa tahun terakhir. Data KAI mencatat kunjungan sebanyak 300.708 orang pada 2022 dan naik menjadi 580.995 orang pada periode berikutnya. Angka terus meningkat menjadi 669.226 pada 2024 dan 694.123 wisatawan pada 2025.
Secara akumulatif, manajemen menyebut pertumbuhan mencapai 130,83 persen selama periode tiga tahun terakhir, yang mencerminkan peningkatan minat turis asing menggunakan kereta sebagai sarana transportasi selama berwisata di Indonesia.
Stasiun dengan keberangkatan terbanyak
Sepuluh stasiun utama menjadi kontributor terbesar terhadap volume penumpang asing. Rinciannya sebagai berikut:
- Stasiun Gambir: 50.067 wisatawan
- Stasiun Yogyakarta: 49.202 wisatawan
- Stasiun Bandung: 28.078 wisatawan
- Stasiun Pasar Senen: 16.980 wisatawan
- Stasiun Surabaya Gubeng: 15.514 wisatawan
- Stasiun Semarang Tawang: 11.668 wisatawan
- Stasiun Malang: 9.881 wisatawan
- Stasiun Surabaya Pasar Turi: 7.899 wisatawan
- Stasiun Cirebon: 6.474 wisatawan
- Stasiun Probolinggo: 6.152 wisatawan
Kontribusi sepuluh stasiun tersebut mencapai 201.915 pelanggan, atau sekitar 65,37 persen dari total penumpang asing pada Semester I 2026.
Peningkatan layanan dan pengalaman perjalanan
Manajemen KAI menyatakan peningkatan kualitas layanan, termasuk pemesanan tiket digital melalui aplikasi Access by KAI, sebagai bagian dari strategi menarik lebih banyak wisatawan asing.
"Kereta api memberi pengalaman perjalanan yang khas. Wisatawan dapat menikmati pemandangan sawah, pegunungan, sungai, perkotaan, hingga kawasan heritage dari balik jendela kereta. Perjalanan menjadi bagian dari cerita liburan mereka di Indonesia," ujar Anne Purba, Vice President Corporate Communication KAI.
Executive Vice President Corporate Secretary KAI, Wisnu Pramudya, menekankan peran kereta api dalam mendukung ekosistem pariwisata. Ia menyebut perjalanan kereta berdampak positif pada hotel, kuliner, transportasi lokal, dan UMKM.
"Kereta api menjadi penghubung yang mempertemukan wisatawan dengan banyak cerita tentang Indonesia. KAI akan terus menghadirkan perjalanan yang aman, nyaman, dan berkesan agar semakin banyak wisatawan mancanegara memilih kereta api sebagai bagian dari liburannya," kata Wisnu Pramudya.
KAI melihat angka pada Semester I 2026 sebagai sinyal positif bagi pemulihan dan pengembangan pariwisata berbasis transportasi rel. Ke depan, perusahaan berencana memperkuat layanan dan aksesibilitas untuk mendukung pertumbuhan kunjungan internasional.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Program TEKAD Dorong Produk Lokal Manggarai Bernilai Tambah
Dinas PMD Manggarai dorong kelompok tani Program TEKAD olah dan kemas produk lokal agar bernilai tambah dan...
Kode Homemade Batam: Frozen Food Tanpa Pengawet dan Ekspor
Kode Homemade Batam memproduksi frozen food dan camilan tanpa pengawet sejak 2021, kini melayani pesanan nas...
Moora Fresh: Inspirasi Usaha Kuliner dari Manokwari
Alfiana Ida Matini berbagi perjalanan membangun Moora Fresh di Manokwari, menekankan kualitas, sentuhan loka...
Inovasi dan Digitalisasi Kunci UMKM Naik Kelas
Noorahmiati: inovasi, manajemen, dan digitalisasi jadi kunci agar UMKM rumahan dapat naik kelas dan berkelan...
Perayaan HUT RI di Sidodadi Dongkrak Pendapatan UMKM
Perayaan HUT RI Ke-81 di Dusun Sidodadi, Lampung Tengah, meningkatkan pendapatan UMKM hingga tiga kali lipat...
UMKM Malinau Gelar Olahraga Bersama Semarakkan HUT ke-81 RI
Pelaku UMKM di PLB Malinau menggelar senam dan permainan pada 19 Agustus 2026 untuk memeriahkan HUT ke-81 RI...