KAI Siapkan SF12 di Stasiun Bogor untuk Atasi Lonjakan Penumpang
PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyiapkan operasional rangkaian 12 kereta atau SF12 di Stasiun Bogor untuk menambah kapasitas layanan. Pengumuman ini disampaikan menyusul data pergerakan pelanggan KRL tertinggi di Stasiun Bogor selama semester I 2026, yang dirilis pada 3 Juli 2026.
Data pergerakan pelanggan
Stasiun Bogor mencatatkan 18.451.462 pergerakan pelanggan KRL dari Januari sampai Juni 2026. Angka itu terdiri dari 9.371.057 pelanggan masuk dan 9.080.405 pelanggan keluar.
Rata-rata harian mencapai sekitar 101.942 orang per hari. Posisi berikutnya ditempati oleh Stasiun Tanah Abang dengan 17.291.480 pergerakan.
- Stasiun Sudirman: 13.078.339 pergerakan
- Stasiun Citayam: 11.465.614 pergerakan
- Stasiun Bekasi: 11.425.878 pergerakan
Volume bulanan Stasiun Bogor tercatat sebagai berikut.
| Bulan | Pergerakan Pelanggan |
|---|---|
| Januari | 3.045.950 |
| Februari | 2.665.471 |
| Maret | 3.248.710 |
| April | 3.139.775 |
| Mei | 3.151.673 |
| Juni | 3.199.883 |
Pengembangan peron dan kesiapan SF12
KAI memfokuskan pengembangan peron jalur 6, 7, dan 8 untuk mendukung operasional SF12. Pekerjaan meliputi perluasan peron dan pemasangan overcapping atau kanopi untuk kenyamanan penumpang dari panas dan hujan.
Target penyelesaian proyek ditetapkan pada 15 Juli 2026. Perubahan ini diharapkan memperlancar proses naik-turun penumpang pada jam sibuk.
"Stasiun Bogor melayani pergerakan pelanggan KRL tertinggi sepanjang semester I 2026. Karena itu, pengembangan peron jalur 6, 7, dan 8 menjadi bagian penting untuk menyiapkan kapasitas layanan yang lebih besar, terutama dalam mendukung operasional rangkaian KRL Commuter Line 12 kereta atau SF12," ujar Anne Purba, Vice President Corporate Communication KAI.
Uji coba dan konektivitas
KAI telah melakukan uji beban menggunakan lokomotif pada 29 Juni 2026. Uji coba operasional kereta komuter dilanjutkan pada 1 Juli 2026.
Persiapan konektivitas antara Stasiun Bogor dan Stasiun Bogor Paledang juga terus dilakukan bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA).
"KAI berkomitmen menghadirkan peningkatan layanan yang langsung dirasakan pelanggan. Fokus kami adalah kapasitas yang lebih siap, alur perjalanan yang lebih nyaman, serta konektivitas yang semakin mudah bagi masyarakat pengguna transportasi publik," kata Wisnu Pramudya, Executive Vice President Corporate Secretary KAI.
Anne menambahkan bahwa lintas Bogor Line menjadi pilihan utama bagi pelaku perjalanan harian. Beberapa stasiun lain—Depok Baru, Bojonggede, Cilebut, dan Depok—juga mencatat mobilitas tinggi.
Implikasi dan prospek
Dengan rampungnya pengembangan peron dan uji coba operasional, kapasitas tiap perjalanan bisa meningkat signifikan. Hal ini penting untuk meredam kepadatan saat jam sibuk dan menjaga kelancaran layanan KRL.
Ke depan, KAI akan terus memantau pasca-implementasi SF12 dan menyesuaikan operasi untuk menjamin keamanan serta kenyamanan penumpang.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
KA Mutiara Timur Layani 304.522 Penumpang Jan–Sep 2026
KA Mutiara Timur layani 304.522 penumpang Jan–Sep 2026, naik 22,78%; konektivitas ke Banyuwangi dan Ketapang...
ADB Gelontorkan USD650 Juta untuk Pendalaman Pasar Keuangan Indonesia
ADB setujui dukungan USD650 juta untuk memperdalam pasar modal, modernisasi keuangan digital, dan dorong pem...
OJK Targetkan Lima Bank Syariah Beraset Besar pada 2027
OJK menargetkan lima bank syariah beraset besar pada 2027 lewat konversi dan konsolidasi, dengan BSI sebagai...
Kenaikan PTKP Dinilai Angin Segar untuk Daya Beli
Ekonom FEB UI nilai kenaikan PTKP dapat menjaga daya beli dan memperkuat keadilan pajak; pembahasan lanjut d...
Grab Luncurkan Group Ride: Berbagi Ongkos hingga 50%
Grab meluncurkan fitur Group Ride sejak April 2026 untuk atur perjalanan bersama lewat satu pemesanan, denga...
Mobilitas Kereta Api Sumatra Capai 11,34 Juta Penumpang
KAI mencatat 11.342.350 pergerakan penumpang di Sumatra (Jan–Sep 2026), naik 12,02% dibandingkan 2025.