Pengembangan Stasiun Gambir Siap Buka 1.000 Lowongan Kerja
PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengumumkan rencana pengembangan Stasiun Gambir di Jakarta Pusat menjadi pusat hospitality dan lifestyle hub untuk meningkatkan layanan dan membuka hingga 1.000 lapangan kerja. Pengumuman ini disampaikan bersamaan dengan laporan volume penumpang yang dirilis pada 3 Juli 2026.
Rencana pengembangan dan tujuan
KAI mengarahkan pengembangan Gambir agar berfungsi tidak hanya sebagai pintu keberangkatan dan kedatangan, tetapi juga sebagai ruang pengalaman kota. Arah strategis itu dipilih karena Gambir berada dekat Monas serta pusat perkantoran dan pemerintahan.
Gambir adalah pintu perjalanan Kereta Api Jarak Jauh sekaligus teras kedatangan pusat Jakarta. Karena itu, pengembangannya kami arahkan sebagai ruang hospitality dan leisure agar pelanggan dapat menunggu perjalanan dengan nyaman, makan, berbelanja, mengakses layanan perjalanan, serta melanjutkan aktivitas ke pusat kota,
Volume penumpang dan kebutuhan layanan
KAI mencatat peningkatan arus pelanggan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Data internal menunjukkan lonjakan penumpang serta kebutuhan fasilitas pendukung yang lebih memadai, seperti pilihan makanan-minuman, ruang tunggu nyaman, dan ritel perjalanan.
| Tahun | Volume Penumpang | Catatan |
|---|---|---|
| 2023 | 6.530.778 | Tumbuh 13,39% |
| 2024 | 5.914.820 | |
| 2025 | 6.105.784 | Rata-rata harian 16.700 penumpang |
| Semester I 2026 | 3.227.508 | Data hingga 3 Juli 2026 |
Rincian area komersial dan fasilitas MICE
Saat ini KAI mencatat 132 area komersial di Gambir telah tersewa, yang terdiri dari 67 space dan 65 open space. Kajian optimalisasi merencanakan perluasan area komersial baru dengan total luas sewa mencapai 15.479 m².
Selain itu, KAI menyiapkan fasilitas hotel dan ruang pertemuan seluas sekitar 3.756 m² untuk mendukung kegiatan MICE di pusat kota. Area ritel baru diproyeksikan dapat menampung sekitar 220–310 unit Usaha Kecil dan Menengah (UKM), masing-masing berukuran sekitar 50–70 m² per tenant.
Dampak terhadap pendapatan dan tenaga kerja
Pengembangan ini dimaksudkan untuk memperkuat pendapatan komersial di luar tiket, atau Non-Fare Box (NFB). Manajemen menilai langkah tersebut akan meningkatkan produktivitas aset, menyediakan ruang tumbuh bagi mitra usaha, dan menyerap tenaga kerja lokal.
KAI ingin Gambir menjadi ruang perjalanan sekaligus ruang pengalaman kota. Dengan pengembangan berbasis hospitality, leisure, dan Non-Fare Box, Gambir disiapkan menjadi wajah layanan KAI di pusat Jakarta yang nyaman bagi pelanggan, produktif bagi perusahaan, dan bermanfaat bagi masyarakat,
Dengan penataan area komersial dan fasilitas pendukung, Stasiun Gambir ditargetkan menjadi pusat gaya hidup modern sekaligus pusat aktivitas di sekitar Monas, sambil menyerap hingga seribu pekerja baru.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
KA Mutiara Timur Layani 304.522 Penumpang Jan–Sep 2026
KA Mutiara Timur layani 304.522 penumpang Jan–Sep 2026, naik 22,78%; konektivitas ke Banyuwangi dan Ketapang...
ADB Gelontorkan USD650 Juta untuk Pendalaman Pasar Keuangan Indonesia
ADB setujui dukungan USD650 juta untuk memperdalam pasar modal, modernisasi keuangan digital, dan dorong pem...
OJK Targetkan Lima Bank Syariah Beraset Besar pada 2027
OJK menargetkan lima bank syariah beraset besar pada 2027 lewat konversi dan konsolidasi, dengan BSI sebagai...
Kenaikan PTKP Dinilai Angin Segar untuk Daya Beli
Ekonom FEB UI nilai kenaikan PTKP dapat menjaga daya beli dan memperkuat keadilan pajak; pembahasan lanjut d...
Grab Luncurkan Group Ride: Berbagi Ongkos hingga 50%
Grab meluncurkan fitur Group Ride sejak April 2026 untuk atur perjalanan bersama lewat satu pemesanan, denga...
Mobilitas Kereta Api Sumatra Capai 11,34 Juta Penumpang
KAI mencatat 11.342.350 pergerakan penumpang di Sumatra (Jan–Sep 2026), naik 12,02% dibandingkan 2025.