Whoosh Layani 184.740 Penumpang Asing di Semester I 2026
Kereta cepat Whoosh melayani 184.740 penumpang warga negara asing (WNA) sepanjang semester pertama 2026 dan secara kumulatif mencapai 866.458 penumpang internasional sejak mulai beroperasi, menurut laporan resmi yang disampaikan pada Jumat, 3 Juli 2026. Laporan ini dikeluarkan oleh pengelola sebagai gambaran meningkatnya minat wisatawan menggunakan moda transportasi baru antar Jakarta dan Bandung.
Data penumpang menurut negara
Pengelola mencatat beberapa negara menyumbang sebagian besar penumpang asing. Berikut akumulasi kunjungan sejak Whoosh beroperasi:
- Malaysia: 74.902 penumpang (12.700 pada Juni dari total 35.436 WNA bulan itu)
- Singapura: 106.010 penumpang
- China: 75.659 penumpang
- Jepang: 41.416 penumpang
- Korea Selatan: 28.144 penumpang
- Australia: 27.103 penumpang
- Amerika Serikat: 26.307 penumpang
- Brunei: 22.213 penumpang
- India: 21.491 penumpang
- Belanda: 19.438 penumpang
Mengapa wisatawan Malaysia mendominasi?
Pengelola menyebut tingginya kunjungan wisatawan Malaysia terkait kedekatan geografis dan preferensi tujuan wisata. Bandung Raya disebut sebagai tujuan favorit untuk belanja dan kuliner, sehingga rute Jakarta–Bandung menjadi pilihan praktis bagi pelancong Malaysia.
Selain itu, banyak wisatawan asing yang memasukkan naik kereta cepat sebagai bagian dari pengalaman liburan mereka. Sebagian turis tertarik mencoba langsung kereta cepat pertama di Asia Tenggara, menjadikan Whoosh juga sebagai atraksi perjalanan.
Respons pengelola dan dampak pariwisata
Manajemen Whoosh menegaskan komitmen meningkatkan aksesibilitas dan kualitas layanan untuk mendukung sektor pariwisata nasional serta mendorong pertumbuhan ekonomi di koridor Jakarta–Bandung.
"Whoosh tidak hanya menjadi moda transportasi pilihan masyarakat Indonesia, tetapi juga semakin banyak digunakan oleh wisatawan mancanegara. Kehadiran Whoosh memberikan pengalaman perjalanan yang cepat, nyaman, dan efisien," kata Eva Chairunisa, General Manager Corporate Secretary PT KCIC.
"KCIC akan terus meningkatkan kualitas layanan Whoosh agar semakin mudah diakses dan memberikan pengalaman terbaik bagi seluruh penumpang, termasuk wisatawan mancanegara. Melalui layanan yang cepat, nyaman, dan terintegrasi, KCIC berkomitmen mendukung pertumbuhan pariwisata nasional," ujar Emir Monti, Manager Corporate Communication KCIC.
Dengan data semester pertama 2026 ini, Whoosh menunjukkan peran ganda sebagai moda transportasi dan produk pengalaman pariwisata. Ke depan, peningkatan layanan dan promosi rute diharapkan memperkuat konektivitas antardestinasi serta menarik lebih banyak wisatawan internasional.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Program TEKAD Dorong Produk Lokal Manggarai Bernilai Tambah
Dinas PMD Manggarai dorong kelompok tani Program TEKAD olah dan kemas produk lokal agar bernilai tambah dan...
Kode Homemade Batam: Frozen Food Tanpa Pengawet dan Ekspor
Kode Homemade Batam memproduksi frozen food dan camilan tanpa pengawet sejak 2021, kini melayani pesanan nas...
Moora Fresh: Inspirasi Usaha Kuliner dari Manokwari
Alfiana Ida Matini berbagi perjalanan membangun Moora Fresh di Manokwari, menekankan kualitas, sentuhan loka...
Inovasi dan Digitalisasi Kunci UMKM Naik Kelas
Noorahmiati: inovasi, manajemen, dan digitalisasi jadi kunci agar UMKM rumahan dapat naik kelas dan berkelan...
Perayaan HUT RI di Sidodadi Dongkrak Pendapatan UMKM
Perayaan HUT RI Ke-81 di Dusun Sidodadi, Lampung Tengah, meningkatkan pendapatan UMKM hingga tiga kali lipat...
UMKM Malinau Gelar Olahraga Bersama Semarakkan HUT ke-81 RI
Pelaku UMKM di PLB Malinau menggelar senam dan permainan pada 19 Agustus 2026 untuk memeriahkan HUT ke-81 RI...