Ekonomi

Dekranas Siapkan 300 Stan untuk HUT ke-46 di Makassar

Bagikan:
Stan UMKM di pameran kerajinan Dewan Kerajinan Nasional HUT ke-46 di Makassar

Dewan Kerajinan Nasional menyiapkan 300 stan untuk peringatan HUT ke-46 yang digelar di Makassar pada 8-12 Juli 2026. Acara ini menjadi ruang promosi bagi produk UMKM dari seluruh provinsi dan bertujuan mendorong penetrasi ke pasar nasional.

Persiapan dan kolaborasi lintas lembaga

Persiapan penyelenggaraan sudah dilakukan sejak setahun lalu melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga. Panitia bekerja sama dengan Kementerian Perindustrian dan Kementerian Perdagangan untuk menata format pameran dan fasilitas stan.

Menurut pihak penyelenggara, kolaborasi antarlembaga jadi kunci agar pelaksanaan berjalan lancar dan memberi manfaat nyata bagi pelaku usaha.

Persiapan ulang tahun Dekranas sudah disiapkan sejak setahun lalu dengan melibatkan sejumlah kementerian dan lembaga

Rangkaian acara dan jadwal kegiatan

Pameran utama berlangsung 8-12 Juli 2026 di Makassar dan menampilkan 300 stan produk kerajinan. Selain pameran, panitia juga menjadwalkan bazar UMKM pada 9-11 Juli 2026 sebagai ruang transaksi langsung antara pelaku usaha dan pembeli.

Panitia menyiapkan serangkaian kegiatan pendukung untuk peserta dan pengunjung. Kegiatan pendukung tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas penjualan dan memperluas jaringan pemasaran.

Produk unggulan dan target pasar

Makassar dipilih sebagai tuan rumah untuk mendukung pemerataan kesempatan ekonomi di kawasan timur Indonesia. Tahun sebelumnya, peringatan HUT Dekranas digelar di Balikpapan.

Ketua Dekranasda Sulawesi Selatan memastikan daerahnya membawa beragam produk unggulan dari beberapa kabupaten dan kota. Produk lokal diharapkan menarik minat pembeli sekaligus membuka akses distribusi baru bagi pengrajin.

Berbagai produk akan ditampilkan, termasuk anyaman tas dari Luwu Utara dan makanan tradisional Makassar

Dampak dan prospek ke depan

Pameran ini bukan sekadar seremonial. Penyelenggara menekankan bahwa tujuan utamanya adalah memperluas pasar bagi produk kerajinan daerah dan menghubungkan UMKM dengan pelaku perdagangan nasional.

Dengan menghadirkan produk dari berbagai provinsi, acara diharapkan mendorong pertukaran peluang bisnis antarwilayah. Jika pelaksanaannya sukses, model ini berpotensi menjadi ruang berkelanjutan untuk mendukung pengembangan UMKM dan kerajinan lokal.

Rafi Akbar
Penulis
Rafi Akbar

Analis bisnis yang mengulas perkembangan industri, korporasi, dan peluang investasi.

Berita Terkait