IHSG Diperkirakan Sideways Akhir Pekan, Asing Jual Rp23 Miliar
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprakirakan bergerak sideways pada akhir pekan ini di Bursa Efek Indonesia. Penutupan Kamis tercatat naik 0,87 persen atau 49 poin ke level 5.744,55, namun investor asing masih melakukan aksi jual neto sebesar Rp23 miliar.
Prospek IHSG
Pergerakan pasar diperkirakan landai dengan rentang pergerakan sekitar 5.650-5.87. Aktivitas perdagangan berpotensi terkonsentrasi pada saham-saham unggulan yang likuid.
Fanny Suherman: Hari ini IHSG berpotensi sideways (stagnan). Indeks akan bergerak di kisaran 5.650-5.87.
Asing tetap tercatat sebagai penjual bersih. Saham yang paling banyak dijual asing antara lain:
- BBRI
- MAPI
- ASII
- BRMS
- DSSA
Dampak Data Ketenagakerjaan AS
Pelaku pasar mencermati data tenaga kerja AS yang baru dirilis. Penciptaan lapangan kerja hanya mencapai 57.000 pada Juni, di bawah proyeksi 115.000 pekerjaan baru.
Tingkat pengangguran turun menjadi 4,2 persen, lebih baik dari ekspektasi 4,3 persen. Pelemahan penciptaan lapangan kerja ini menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga.
Fanny Suherman: Data tenaga kerja AS yang melemah dari perkiraan menyebabkan harapan the Fed akan menahan kenaikan suku bunga.
Pergerakan Bursa Global
Respons pasar global muncul cepat setelah data tenaga kerja AS. Indeks Dow Jones di AS melesat 1,14 persen dan mencapai level all time high pada sesi tersebut.
Sementara itu, bursa saham di kawasan Asia bergerak beragam dan mayoritas melemah pada hari yang sama. Bursa Korea Selatan bahkan anjlok sekitar 5 persen, terdorong oleh reli saham-saham perusahaan kecerdasan buatan.
Isu Domestik dan Kebijakan
Di dalam negeri, pemerintah mendorong rencana Pembentukan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) untuk menarik lebih banyak investasi. Kebijakan ini menjadi salah satu perhatian pelaku pasar dalam jangka menengah.
Selain itu, Otoritas Jasa Keuangan mendapatkan mandat baru dari Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK).
- Mulai 1 Januari 2027, OJK akan mengawasi bursa mineral dan komoditas strategis.
- OJK juga memperoleh kewenangan pengawasan pengelolaan dana publik, termasuk dana di Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) dan Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera).
- Kewenangan baru mencakup pengaturan penyisihan kekayaan aset kripto.
Kesimpulan: IHSG diperkirakan stagnan menjelang akhir pekan, dengan sentimen utama datang dari data tenaga kerja AS dan perkembangan kebijakan domestik. Pelaku pasar diperkirakan akan memantau data ekonomi global berikutnya serta implikasi kebijakan OJK dan rencana PFII.
Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.
Berita Terkait
Program TEKAD Dorong Produk Lokal Manggarai Bernilai Tambah
Dinas PMD Manggarai dorong kelompok tani Program TEKAD olah dan kemas produk lokal agar bernilai tambah dan...
Kode Homemade Batam: Frozen Food Tanpa Pengawet dan Ekspor
Kode Homemade Batam memproduksi frozen food dan camilan tanpa pengawet sejak 2021, kini melayani pesanan nas...
Moora Fresh: Inspirasi Usaha Kuliner dari Manokwari
Alfiana Ida Matini berbagi perjalanan membangun Moora Fresh di Manokwari, menekankan kualitas, sentuhan loka...
Inovasi dan Digitalisasi Kunci UMKM Naik Kelas
Noorahmiati: inovasi, manajemen, dan digitalisasi jadi kunci agar UMKM rumahan dapat naik kelas dan berkelan...
Perayaan HUT RI di Sidodadi Dongkrak Pendapatan UMKM
Perayaan HUT RI Ke-81 di Dusun Sidodadi, Lampung Tengah, meningkatkan pendapatan UMKM hingga tiga kali lipat...
UMKM Malinau Gelar Olahraga Bersama Semarakkan HUT ke-81 RI
Pelaku UMKM di PLB Malinau menggelar senam dan permainan pada 19 Agustus 2026 untuk memeriahkan HUT ke-81 RI...