Kesehatan

ISPA Serang 154 Warga, Bumil dan Balita Terdampak Kebakaran TPA

Bagikan:
Asap tebal kebakaran di TPA Jatiwaringin, Mauk, Kabupaten Tangerang

154 warga di Kabupaten Tangerang mengalami gejala ISPA setelah kebakaran besar di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin seluas 33 hektar. Data Dinas Kesehatan menyebut pemeriksaan dimulai sejak malam Selasa, 30 Juni 2026, dan mayoritas korban adalah ibu hamil dan balita, dengan satu pasien dirujuk untuk perawatan intensif ke rumah sakit.

Jumlah korban dan penanganan medis

Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang mengidentifikasi 154 jiwa mengalami gangguan pernapasan. Mayoritas korban adalah kelompok rentan, yaitu ibu hamil dan balita, yang menerima penanganan medis untuk pemulihan fungsi pernapasan.

Yang sudah kita periksa sejak Selasa 30 Juni 2026 malam lebih kurang 154 warga. Mayoritas itu penyakit ISPA,

Ada satu kasus, yaitu ibu hamil kita rujuk ke RSUD untuk dilakukan penanganan,

Untuk mempercepat layanan, Dinkes menurunkan 25 petugas medis yang tergabung dalam tim dari puskesmas di Kecamatan Rajeg, Mauk, dan Sukadiri.

Posko kesehatan dan kesiagaan puskesmas

Pemerintah Kabupaten Tangerang membuka lima titik layanan kesehatan terbuka: empat posko pelayanan dan satu pos siaga di lokasi TPA. Menurut Dinkes, tiga posko berada di Kecamatan Rajeg dan satu di Kecamatan Sukadiri, sementara pos siaga ditempatkan di TPA Jatiwaringin, Mauk.

Sudah membuka empat posko dan satu pos siaga,

Selain membuka pos, seluruh puskesmas di wilayah diperingatkan siap siaga. Dinkes menginstruksikan penambahan stok masker untuk puskesmas-puskesmas yang diperkirakan terdampak.

Jadi semua Puskesmas kita sudah buat kewaspadaan agar jika terjadi bencana asapnya sampai ke daerah mereka dengan menyiapkan masker. Hari ini saya perintahkan tim dari Dinkes menambah stok masker untuk Puskesmas-Puskesmas yang kita perkiraan terdampak,

Upaya pemadaman dan kendala di lapangan

Kepala BNPB menginstruksikan jajaran ke lokasi untuk melakukan asesmen lanjutan, berkoordinasi dengan pemerintah daerah, dan memperkuat upaya pemadaman. Tim melaporkan kendala karena material yang terbakar didominasi sampah dan bahan mudah terbakar yang tersusun pada tumpukan dengan ketinggian tertentu sehingga sulit dijangkau.

Cuaca panas dan embusan angin mempercepat penyebaran api. Untuk mempercepat pengendalian, digerakkan operasi gabungan: helikopter pengebom air dari udara dan upaya darat dengan fokus menahan laju penyebaran menggunakan 10 mobil pemadam kebakaran dari berbagai instansi.

Dampak dan langkah ke depan

Insiden ini menyoroti risiko kesehatan publik dari kebakaran TPA, terutama bagi kelompok rentan. Pemerintah daerah terus memperkuat mitigasi kesehatan dan ketersediaan layanan darurat untuk mencegah lonjakan kasus ISPA. Monitoring lanjutan dan koordinasi pemadaman diperkirakan berlangsung hingga titik api dapat dikendalikan sepenuhnya.

Putri Anindya
Penulis
Putri Anindya

Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.

Berita Terkait