BPOM Temukan Codrela dan Trivam Fliege Palsu Tanpa Izin Edar
BPOM menemukan peredaran obat palsu Codrela dan Trivam Fliege tanpa nomor izin edar dan tidak terdaftar dalam data resmi. Temuan terungkap lewat pengawasan pada sarana distribusi luring dan platform daring sejak pengawasan rutin. BPOM segera melakukan koordinasi dengan industri farmasi, pengujian laboratorium, serta penelusuran intelijen untuk menghentikan peredaran.
Temuan dan metode pengawasan
Codrela teridentifikasi di salah satu sarana distribusi obat di wilayah Jawa Timur melalui unit pelaksana teknis BPOM setempat. Sementara Trivam Fliege palsu ditemukan pada sarana daring, terutama marketplace.
Pengawasan mencakup pemeriksaan fisik produk, verifikasi data registrasi, dan pelacakan tautan penawaran daring. Langkah ini bertujuan melindungi masyarakat dari produk farmasi ilegal dan berbahaya.
Hasil uji laboratorium Codrela
BPOM telah berkoordinasi dengan pihak industri untuk memastikan keaslian Codrela. Hasil koordinasi dan pengujian laboratorium menyatakan bahwa sampel yang beredar adalah palsu dan informasi label tidak sesuai.
Hasil pengujian laboratorium mengkonfirmasi bahwa Codrela tidak mengandung bahan aktif kodein sebagaimana tercantum pada kemasan. Melainkan mengandung dektrometorfan dan klorfeniramin maleat (CTM)
Temuan ini menunjukkan adanya risiko keselamatan karena perbedaan komposisi bahan aktif dapat menyebabkan efek samping tak terduga pada pengguna.
Risiko Trivam Fliege dan penggunaan propofol
Trivam Fliege yang dipasarkan secara palsu diklaim mengandung propofol 20 miligram. BPOM menekankan bahwa propofol adalah obat keras yang memiliki potensi penyalahgunaan.
Propofol merupakan obat keras. Yang penggunaannya harus sesuai dengan resep dokter
Dalam praktik medis, propofol digunakan sebagai anestetik intravena dan sedasi prosedur, sehingga peredarannya di luar fasilitas medis berisiko tinggi.
Tindakan lanjutan BPOM
BPOM terus melakukan pengawasan lanjutan, penelusuran intelijen, serta penyidikan terhadap sumber peredaran obat palsu. Dari 2023 hingga Maret 2026, BPOM mengidentifikasi 183 tautan marketplace yang menawarkan Trivam palsu.
Langkah yang dijalankan BPOM meliputi penarikan produk di sarana fisik, koordinasi penutupan penawaran daring, dan kerja sama dengan aparat penegak hukum bila ditemukan unsur pidana.
- Verifikasi registrasi dan label produk
- Pengujian laboratorium kandungan bahan aktif
- Penelusuran rantai distribusi dan penindakan hukum jika perlu
BPOM mengimbau masyarakat untuk mengecek nomor izin edar sebelum membeli obat dan melaporkan penawaran mencurigakan melalui saluran resmi. Pengawasan akan terus diperketat untuk mencegah peredaran produk farmasi ilegal dan melindungi keselamatan pasien.
Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.
Berita Terkait
Puskesmas Cibarusah Gencarkan Cek Kesehatan Anak Sekolah
Puskesmas Cibarusah intensifkan CKAS untuk SD, SMP, dan SMA/SMK sejak awal tahun ajaran guna deteksi dini da...
Hari Vegetarian: Jamur Sebagai Alternatif Daging Potensial
Pada Hari Vegetarian, jamur disorot sebagai alternatif daging karena tekstur dan rasa umami, namun masih ada...
Hari Kopi Internasional: Dampak Kopi pada Kesehatan Jantung
Konsumsi kopi berdampak pada jantung tergantung jumlah, jenis, dan penyajian; perhatian meningkat saat Hari...
Cara Terapkan Pola Makan Seimbang di Tengah Kesibukan
Kemenkes menganjurkan praktik pola makan seimbang dengan prinsip Isi Piringku: setengah piring sayur dan bua...
BPOM Pastikan Stok Antiviral Influenza A (H1N1) Cukup
BPOM menyatakan stok antiviral untuk influenza A (H1N1) mencukupi meski kasus meningkat; Kemenkes catat 1.52...
Suntikan Rp20 Triliun untuk BPJS: 6 Catatan Fahira Idris
Fahira Idris menyambut suntikan Rp20 triliun untuk BPJS, namun memberi enam catatan agar dana memperkuat ket...