Kereta Petani Pedagang Layani 26.074 Penumpang Semester I 2026
Kereta Petani Pedagang lintas Rangkasbitung–Merak melayani 26.074 penumpang pada Semester I 2026. Layanan ini ditujukan untuk memudahkan petani dan pedagang kecil membawa barang dagangan dengan aman dan teratur. Sejak awal beroperasi jumlah kumulatif penumpang mencapai 30.189 orang.
Kinerja dan data penumpang
PT KAI mencatat lonjakan pemanfaatan moda ini dalam beberapa tahun terakhir. Volume penumpang kereta lokal di lintas tersebut terus naik, mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan publik ini.
| Tahun | Jumlah Penumpang |
|---|---|
| 2023 | 3.617.478 |
| 2024 | 4.269.154 |
| 2025 | 4.463.498 |
| Jan–Jun 2026 | 2.414.115 (naik 9,40% vs Jan–Jun 2025) |
| Semester I 2026 — Kereta Petani Pedagang | 26.074 |
Asal-usul layanan dan modifikasi gerbong
Vice President Corporate Communication PT KAI, Anne Purba, mengatakan layanan ini lahir dari kebutuhan nyata masyarakat di lintas tersebut. Kereta dimodifikasi agar mampu menampung hasil pertanian dan barang dagangan secara lebih aman.
Modifikasi gerbong dilakukan oleh tenaga di Balai Yasa Surabaya Gubeng. Penyesuaian meliputi ruang angkut yang lebih luas dan penataan agar perjalanan lebih tertib tanpa mengorbankan keselamatan.
"Kereta Petani Pedagang hadir dari kebutuhan masyarakat yang sangat riil. KAI ingin perjalanan mereka lebih tertib, nyaman, dan tetap memperhatikan keselamatan,"
Dampak ekonomi dan konektivitas
Anne menjelaskan bahwa layanan ini memberi manfaat langsung bagi ekonomi rumah tangga. Petani dan pedagang lokal kini bisa mengangkut barang dengan ongkos terukur dan waktu tempuh yang lebih bisa diprediksi.
Lintas Rangkasbitung–Merak juga penting secara regional karena menghubungkan mobilitas harian warga dengan akses ke pelabuhan penyeberangan antar-pulau. Pertumbuhan penumpang menunjukkan peran kereta sebagai penggerak aktivitas ekonomi lokal.
"KAI melihat lintas Rangkasbitung–Merak sebagai jalur yang memiliki nilai sosial, ekonomi, dan konektivitas yang kuat,"
Executive Vice President Corporate Secretary PT KAI, Wisnu Pramudya, menambahkan perusahaan berkomitmen menjaga keselamatan dan meningkatkan mutu layanan. KAI akan terus mendengarkan kebutuhan pengguna agar layanan semakin relevan dengan kegiatan sehari-hari masyarakat.
Prospek ke depan
Dengan kenaikan penumpang lokal dan peluncuran Kereta Petani Pedagang, PT KAI berpeluang memperluas layanan serupa di koridor lain. Langkah ini dapat memperkuat konektivitas dan mendukung ekonomi mikro di daerah.
Perusahaan menegaskan akan memantau penggunaan dan efektivitas layanan untuk penyesuaian operasional di masa mendatang. Pengembangan sarana diharapkan terus selaras dengan kebutuhan pengguna.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
KA Mutiara Timur Layani 304.522 Penumpang Jan–Sep 2026
KA Mutiara Timur layani 304.522 penumpang Jan–Sep 2026, naik 22,78%; konektivitas ke Banyuwangi dan Ketapang...
ADB Gelontorkan USD650 Juta untuk Pendalaman Pasar Keuangan Indonesia
ADB setujui dukungan USD650 juta untuk memperdalam pasar modal, modernisasi keuangan digital, dan dorong pem...
OJK Targetkan Lima Bank Syariah Beraset Besar pada 2027
OJK menargetkan lima bank syariah beraset besar pada 2027 lewat konversi dan konsolidasi, dengan BSI sebagai...
Kenaikan PTKP Dinilai Angin Segar untuk Daya Beli
Ekonom FEB UI nilai kenaikan PTKP dapat menjaga daya beli dan memperkuat keadilan pajak; pembahasan lanjut d...
Grab Luncurkan Group Ride: Berbagi Ongkos hingga 50%
Grab meluncurkan fitur Group Ride sejak April 2026 untuk atur perjalanan bersama lewat satu pemesanan, denga...
Mobilitas Kereta Api Sumatra Capai 11,34 Juta Penumpang
KAI mencatat 11.342.350 pergerakan penumpang di Sumatra (Jan–Sep 2026), naik 12,02% dibandingkan 2025.