G-Dragon Jadi Duta Kehormatan UNESCO untuk Sidang Ke-48
G-Dragon ditunjuk sebagai duta kehormatan UNESCO World Heritage Committee untuk Sidang Komite Warisan Dunia ke-48 yang digelar di Korea Selatan. Pengumuman dilakukan oleh Korea Heritage Service pada Jumat, 3 Juli 2026. Penunjukan ini menempatkan penyanyi Kwon Ji-yong sebagai pembawa pesan pelestarian warisan dunia kepada publik internasional.
Peran dan alasan penunjukan
Korea Heritage Service menyatakan pengaruh G-Dragon di bidang seni dan budaya telah menjangkau dunia. Selain kariernya sebagai anggota grup K-pop BIGBANG, G-Dragon juga aktif dalam kegiatan sosial melalui organisasinya, JUSPEACE Foundation. Organisasi ini dinilai sejalan dengan semangat perdamaian yang diusung UNESCO.
Kampanye Heritage in Peace
JUSPEACE Foundation akan meluncurkan kampanye bertajuk Heritage in Peace bersama UNESCO pada 10 Juli 2026. G-Dragon akan tampil dalam video promosi dan mengikuti sejumlah kegiatan langsung selama kampanye berlangsung.
- Tanggal peluncuran: 10 Juli 2026
- Peran G-Dragon: tampil dalam video promosi dan hadir di kegiatan kampanye
- Tujuan: meningkatkan kesadaran pelestarian warisan budaya dan perdamaian
Donasi dan tujuan bantuan
Donasi dari kampanye akan disalurkan ke UNESCO World Heritage Fund. Dana ini ditujukan untuk membantu perlindungan situs warisan dunia yang menghadapi ancaman akibat perang, perubahan iklim, dan bencana alam. Kampanye bertujuan memadukan seni, budaya, dan aksi solidaritas untuk mitigasi ancaman tersebut.
Sidang Komite Warisan Dunia ke-48 di Busan
Sidang Komite Warisan Dunia ke-48 dijadwalkan berlangsung di Busan pada 19–29 Juli 2026. Ini menjadi kali pertama UNESCO World Heritage Committee menyelenggarakan sidang di Korea Selatan. Penunjukan duta kehormatan diharapkan meningkatkan perhatian internasional terhadap agenda sidang tersebut.
Reaksi dan tujuan jangka panjang
G-Dragon mengungkapkan rasa terhormat atas penunjukan sebagai duta kehormatan dan mengajak publik untuk berpartisipasi menjaga warisan dunia sebagai aset bersama manusia. Penunjukan ini menegaskan peran figur publik dalam mengangkat isu pelestarian budaya dan memperkuat kolaborasi antara seni, organisasi sipil, dan badan internasional.
Dengan kampanye dan partisipasi pada sidang di Busan, diharapkan muncul dukungan lebih luas terhadap upaya perlindungan situs warisan dunia yang rawan ancaman.
Jurnalis hiburan yang fokus pada dunia selebritas, film, musik, dan budaya populer.
Berita Terkait
Disney Kembangkan Moana 3, Johnson Ungkap Penulisnya
Dwayne Johnson menyebut Disney tengah mengembangkan 'Moana 3' saat promosi film live-action yang tayang 10 J...
Samuel Episode 4: Azura Dekat dengan Raskal, Ketegangan Meningkat
Azura terlihat dekat dengan Raskal, memicu kekecewaan Samuel dan eskalasi ancaman berujung keracunan dalam S...
Ari Irham & Rieke Diah Bagikan Emosi di Film 'Seni Merayu Tuhan'
Ari Irham dan Rieke Diah Pitaloka menceritakan pengalaman emosional mereka saat syuting film adaptasi buku S...
Trailer 'Seni Merayu Tuhan' Rilis, Angkat Pencarian Makna Hikmah
Wahana Kreator rilis trailer film Seni Merayu Tuhan, adaptasi buku Habib Jafar; film tentang pencarian makna...
Project Hail Mary Tayang di Prime Video 3 Juli
Film 'Project Hail Mary' tayang di Prime Video 3 Juli 2026; adaptasi Andy Weir ini dibintangi Ryan Gosling d...
CATCHPLAY+ 10 Tahun: Luncurkan CATCHPLAY LITE dan Hiburan Mobil
CATCHPLAY+ rayakan 10 tahun di Indonesia dengan CATCHPLAY LITE, hub K-Drama vertikal untuk mobile, dan layan...