Abbas Ibn Firnas, Pelopor Penerbangan dari Andalusia
Abbas Ibn Firnas dikenal sebagai salah satu pelopor penerbangan dunia setelah melakukan uji coba terbang berisiko di abad ke-9. Percobaan itu berlangsung sekitar tahun 875 Masehi di Jabal Al-'Arus, dan menjadi bagian penting sejarah awal teknologi penerbangan.
Siapa Abbas Ibn Firnas
Abbas Ibn Firnas lahir di Ronda, Spanyol, pada 810 Masehi dan kemudian menetap di Cordoba. Ia adalah ilmuwan multidisiplin yang menguasai astronomi, kedokteran, musik, dan puisi. Selain itu, Ibn Firnas merancang berbagai alat dan eksperimen ilmiah yang menunjukkan ketajaman pemikirannya.
Beberapa penemuan dan rancangan yang dikaitkan dengan Ibn Firnas antara lain:
- Jam air
- Kaca tanpa pewarna
- Lensa korektif primitif
Awal ketertarikan pada penerbangan
Ketertarikan Ibn Firnas pada dunia penerbangan dipicu oleh percobaan Armen Firman, yang melompat dari menara menggunakan pakaian sutra berpenguat kayu. Meski percobaan itu gagal, hasilnya memperlambat jatuh sehingga Firman hanya mengalami luka ringan. Peristiwa ini mendorong Ibn Firnas mendalami aeronautika.
Beberapa sumber menyebutkan bahwa 23 tahun setelah insiden Firman, Ibn Firnas berhasil merancang perangkat terbangnya sendiri.
Uji coba terbang 875 M
Pada uji coba sekitar 875 M di Jabal Al-'Arus, Ibn Firnas menggunakan sayap yang terbuat dari kombinasi bulu, kayu, dan sutra. Ia sempat berpamitan kepada warga sebelum melakukan percobaan yang penuh risiko tersebut.
Dalam percobaan itu, Ibn Firnas dilaporkan berhasil melayang di udara selama sekitar sepuluh menit. Namun pendaratan tidak sempurna sehingga ia menyadari ada kekurangan pada rancangan, khususnya soal mekanisme pengendalian.
Temuan dari kegagalan
Dari pengalaman pendaratan yang sulit, Ibn Firnas menyimpulkan perlunya ekor untuk menjaga keseimbangan dan memperlambat laju saat mendarat. Ia tidak kembali melakukan penerbangan lagi, namun pengamatan dan gagasannya menginspirasi pemikiran aeronautika berikutnya.
Warisan dan penghormatan
Warisan Ibn Firnas mendapat pengakuan di era modern. Namanya diabadikan pada sebuah kawah di Bulan dan juga disebut dipakai untuk penamaan sebuah bandara di Baghdad. Penghormatan ini menegaskan posisi Ibn Firnas sebagai tokoh penting dalam sejarah awal upaya manusia menjelajahi udara.
Kisah Ibn Firnas menunjukkan bahwa eksperimen berani, meski belum sempurna, dapat membuka jalan bagi perkembangan ilmu. Penelusuran terhadap gagasan awal seperti yang dilakukan Ibn Firnas membantu membentuk landasan bagi kemajuan teknologi penerbangan di masa depan.
Editor teknologi yang mengulas gadget, kecerdasan buatan, startup, dan inovasi digital.
Berita Terkait
COGI VR BRIN: Simulasi VR untuk Pengenalan Teknologi Nuklir
Poltek Nuklir BRIN luncurkan COGI VR, simulasi replica gamma irradiator untuk meningkatkan literasi nuklir s...
GodDamn: Waspada, Ransomware Bekerja Lama Sebelum Mengunci File
ITSEC Asia: Serangan GodDamn sering dimulai jauh sebelum file dikunci, lewat pencurian kredensial dan perger...
James Webb Ungkap Jejak Tabrakan Pembentuk Planet Muda
James Webb menemukan jejak tumbukan besar pada sistem bintang muda, membantu memahami proses pembentukan pla...
Dilema Bimbel vs Kemandirian Siswa Dibahas di IIBF 2026
Diskusi IIBF 2026 mengupas dilema bimbel komersial dan pentingnya kemandirian belajar dengan buku panduan be...
Kecemasan Ujian Bikin Blank, Taktik Soal Dibahas di IIBF 2026
Pakar dan pelajar di IIBF 2026 membahas bagaimana kecemasan ujian memicu reaksi biologis, serta strategi nap...
Erlangga Luncurkan Program Final Sprint TKA di IIBF
Erlangga meluncurkan program Final Sprint TKA pada 1 Oktober 2026 di IIBF untuk persiapan masuk PTN, dengan...