Teknologi

Apa Itu Black Hole? Proses Terbentuk dan Cara Deteksinya

Bagikan:
Ilustrasi lubang hitam dengan cakrawala peristiwa dan piringan akresi

Black hole atau lubang hitam adalah wilayah ruang dengan gravitasi sangat kuat sehingga cahaya tidak bisa melarikan diri. Menurut NASA, beberapa black hole terbentuk ketika inti bintang masif runtuh, sementara yang lain—black hole supermasif—ada di pusat galaksi besar. Deteksinya dilakukan lewat pengaruh gravitasi, radiasi dari materi panas, dan gelombang gravitasi.

Apa itu black hole?

Black hole memiliki batas yang disebut event horizon atau cakrawala peristiwa. Setelah melewati batas ini, materi dan cahaya tidak dapat kembali keluar. Meskipun tidak memancarkan cahaya, keberadaan black hole diketahui melalui efek gravitasinya terhadap bintang dan gas di sekitarnya.

Bagaimana proses terbentuknya?

Menurut penjelasan NASA, salah satu jalur pembentukan adalah keruntuhan inti bintang yang sangat masif. Ketika tekanan internal tidak lagi menahan gaya gravitasi, inti bintang bisa kolaps dan memicu ledakan supernova. Sisa inti itu kemudian bisa menjadi black hole bermassa bintang.

Jenis-jenis black hole

Black hole dikelompokkan berdasarkan massa dan karakteristiknya. Secara ringkas:

  • Black hole bermassa bintang — terbentuk dari keruntuhan inti bintang masif.
  • Black hole supermasif — memiliki massa ratusan ribu hingga miliaran kali massa Matahari dan berada di pusat galaksi.

Salah satu contoh yang paling dikenal adalah Sagittarius A* di pusat Galaksi Bima Sakti, dengan massa sekitar empat juta kali Massa Matahari.

Cara astronom mendeteksi black hole

Astronom tidak melihat black hole secara langsung, tetapi mengamati tanda-tanda berikut:

  • Pergerakan bintang dan gas di sekitar titik yang tak terlihat.
  • Radiasi dari accretion disk atau piringan akresi, terutama sinar-X dari materi yang dipanaskan saat jatuh ke black hole.
  • Gelombang gravitasi yang dihasilkan ketika dua black hole bertabrakan; instrumen seperti LIGO menangkap riak ruang-waktu ini.

Pada 2019, Event Horizon Telescope mempublikasikan gambar pertama bayangan black hole di galaksi M87. Gambar itu menunjukkan wilayah gelap dikelilingi cincin cahaya dari materi panas di sekitar black hole.

Pertanyaan terbuka dan riset lanjutan

Meski pemahaman tentang black hole berkembang, banyak pertanyaan tetap terbuka. Salah satu yang paling mendesak adalah bagaimana black hole supermasif terbentuk pada pusat galaksi. Penelitian berlanjut untuk memahami gravitasi ekstrem, evolusi galaksi, dan kondisi materi di lingkungan black hole.

Studi observasional dan simulasi teoretis akan terus memperjelas proses fisika di sekitar black hole dan dampaknya terhadap alam semesta yang lebih luas.

Naufal Hakim
Penulis
Naufal Hakim

Editor teknologi yang mengulas gadget, kecerdasan buatan, startup, dan inovasi digital.

Berita Terkait