Ekonomi

KAI Bidik 1,4 Miliar Penumpang per Tahun dengan Empat Mesin Pertumbuhan

Bagikan:
Kereta api KAI beroperasi sebagai bagian transformasi bisnis menuju target 2045

PT Kereta Api Indonesia (KAI) menargetkan volume penumpang mencapai 1,4 miliar orang per tahun

Target dan capaian terbaru

KAI Group melaporkan kenaikan volume penumpang sebesar 8,52 persen menjadi 503,5 juta pelanggan pada 2025, naik dari 464 juta pada 2024. Perusahaan juga mencatat rata-rata sekitar 2,8 juta interaksi layanan tiap hari.

Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, mengatakan target ini menjadi bagian dari transformasi jangka panjang untuk meningkatkan kontribusi perusahaan terhadap perekonomian.

Empat mesin pertumbuhan

Bobby menyebutkan empat mesin pertumbuhan yang akan menjadi fokus KAI: aset operasional, aset berwujud, kapabilitas, dan teknologi digital. Optimalisasi ini didukung oleh kepemilikan lahan perkeretaapian seluas 327,8 juta meter persegi.

"Skala KAI sudah sangat besar. Tantangan sekaligus peluang berikutnya adalah meningkatkan kontribusi aset, teknologi, keahlian, dan basis pelanggan sebagai sumber pertumbuhan baru yang memberi nilai lebih besar bagi perusahaan dan perekonomian," ujar Bobby.

Transformasi bisnis dan teknologi

Bobby menjelaskan saat ini 94 persen pendapatan KAI masih didominasi layanan transportasi, sementara penerimaan non-farebox baru sekitar 6 persen. Oleh karena itu, perusahaan berupaya memperluas sumber pendapatan di luar tarif tiket.

Transformasi difokuskan untuk memperbesar efisiensi sistem transportasi dan logistik nasional. Penerapan artificial intelligence disebut sebagai salah satu langkah untuk mengoptimalkan kapasitas jaringan kereta.

"Pertumbuhan ke depan harus lebih produktif. KAI perlu semakin kuat dalam operasi, semakin optimal dalam mengelola aset, dan semakin cepat memanfaatkan teknologi," kata Bobby.

Konteks, dukungan akademis, dan prospek

Target jangka panjang KAI dipaparkan dalam acara yang juga melibatkan School of Business and Management Institut Teknologi Bandung (SBM ITB) bersama University of Glasgow. Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyatakan ambisi menjadi world-class railway operator pada 2045.

"Menuju 2045, KAI menargetkan posisi sebagai world-class railway operator. Untuk mencapainya, kami harus memperkuat produktivitas, memperluas sumber pertumbuhan, dan memastikan perkeretaapian memberi kontribusi yang semakin besar terhadap konektivitas serta daya saing Indonesia," kata Anne Purba.

Dengan komposisi pendapatan saat ini dan aset besar yang dimiliki, KAI berupaya menggeser strategi dari menunggu permintaan menjadi aktif menciptakan peluang untuk pertumbuhan berkelanjutan.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait