Ekonomi

Pertamina Patra Niaga Pastikan Pasokan BBM Terjaga Usai Penurunan Harga

Bagikan:

Pertamina Patra Niaga menyatakan pasokan bahan bakar minyak (BBM) tetap terjaga setelah penurunan harga beberapa produk non-subsidi. Pernyataan disampaikan di Jakarta pada Jumat, 3 Juli 206, seiring upaya perusahaan memantau pelayanan SPBU dan menjaga kualitas produk serta kelancaran distribusi.

Ketersediaan pasokan dan komitmen layanan

VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andora, menegaskan perusahaan berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Pengawasan dilakukan pada pasokan, distribusi, dan mutu BBM di berbagai wilayah.

"Kita di Patra Niaga terus berkomitmen untuk menjaga ketersediaan pasokan dan tentu saja kualitas produk. Dalam rangka untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada seluruh masyarakat di Indonesia," kata Kitty kepada RRI PRO3 di Jakarta, Jumat, 3 Juli 206.

Pengawasan SPBU dan penataan antrean

Perusahaan mengawasi pelayanan di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) untuk mengantisipasi potensi antrean usai penurunan harga. Penataan diarahkan agar antrean tidak memanjang dan tidak mengganggu arus lalu lintas di sekitar SPBU.

Untuk menjaga kelancaran, Pertamina Patra Niaga menugaskan marshal di sejumlah SPBU. Marshal bertugas mengatur alur kendaraan selama pengisian agar pelayanan tetap tertib saat terjadi peningkatan antrean.

Tren konsumsi dan himbauan kepada masyarakat

Menurut Kitty, tren konsumsi BBM non-subsidi belakangan ini tidak berubah signifikan. Sebagian masyarakat melakukan penyesuaian konsumsi, termasuk beralih ke jenis BBM lain sesuai kebutuhan.

"Tetapi ini semua juga kita terus sampaikan ke masyarakat himbauan-himbauan untuk tetap memperhatikan agar pemanfaatan BBM-nya bisa disesuaikan dengan spesifikasi. Dan tentu bijak begitu ya menggunakan BBM sebagai energi yang merupakan kebutuhan seluruh masyarakat," ucap Kitty.

Koordinasi distribusi regional

Pertamina Patra Niaga memantau distribusi melalui jaringan regional yang secara berkala melaporkan kondisi ke kantor pusat. Perusahaan melakukan koordinasi intensif apabila terdapat kendala dari Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) hingga penyaluran ke SPBU.

Langkah pemantauan meliputi pelaporan kondisi stok dan penataan rute distribusi. Tujuannya agar ketersediaan BBM tetap terjaga meski terjadi fluktuasi permintaan setelah penyesuaian harga.

Implikasi: Dengan pengawasan SPBU, penugasan marshal, dan koordinasi distribusi, Pertamina Patra Niaga menegaskan kesiagaan untuk menjaga layanan dan kualitas BBM. Pemantauan berlanjut untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat terpenuhi secara andal.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait