IHSG Menguat 2,46% ke 5.886,01 pada Jeda Siang
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat signifikan pada jeda siang perdagangan Jumat, 3 Juli 2026. Hingga penutupan sesi pertama, IHSG naik 2,46 persen atau 141,45 poin ke level 5.886,01, setelah dibuka di 5.806,17. Indeks sempat mencapai tertinggi 5.899,3 dan terendah 5.805,92.
Sentimen pasar dan data ketenagakerjaan AS
Pergerakan IHSG mendapat pengaruh dari rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat. Penciptaan lapangan kerja tercatat hanya 57.000 pada Juni, jauh di bawah proyeksi 115.000 pekerjaan baru.
"Data tenaga kerja AS yang melemah dari perkiraan menyebabkan harapan the Fed akan menahan kenaikan suku bunga," ujar Fanny Suherman, Head of Retail Research BNI Sekuritas.
Di sisi lain, tingkat pengangguran turun menjadi 4,2 persen, sedikit lebih baik dari ekspektasi pasar 4,3 persen. Sentimen ini mendorong indeks saham AS menguat, di mana Dow Jones melesat 1,14 persen dan mencapai titik all time high.
Pergerakan pasar regional
Bursa Asia menunjukkan kinerja yang beragam setelah data AS. Mayoritas pasar di kawasan melemah pada sesi sebelumnya, dengan Bursa Korea Selatan turun tajam hingga 5 persen. Penurunan didorong oleh koreksi pada saham-saham terkait kecerdasan buatan (AI).
Faktor domestik: PFII dan mandat baru OJK
Di dalam negeri, pelaku pasar juga mencermati rencana pembentukan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) yang bertujuan menarik investasi lebih besar. Selain itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerima mandat pengawasan baru berdasarkan Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK).
Mandat baru OJK mencakup pengawasan yang mulai berlaku 1 Januari 2027 serta perluasan kewenangan. Rincian kewenangan antara lain:
- Pengawasan bursa mineral dan komoditas strategis mulai 1 Januari 2027.
- Pengawasan pengelolaan dana publik, termasuk Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) dan Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera).
- Pengaturan penyisihan kekayaan terkait aset kripto.
Prospek jangka dekat
Analis memperkirakan pergerakan IHSG cenderung terbatas dalam jangka pendek.
"Hari ini IHSG berpotensi sideways (stagnan). Indeks akan bergerak di kisaran 5.650-5.870,"kata Fanny Suherman.
Secara keseluruhan, investor disarankan memantau perkembangan data tenaga kerja AS dan kebijakan domestik terkait PFII serta peran baru OJK. Perkembangan ini akan menjadi penentu sentimen pasar pada sesi berikutnya.
Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.
Berita Terkait
Harga Emas Antam Naik Rp11.000, 1g Rp2.651.000
Emas Antam menguat 3 Juli 2026, naik Rp11.000/gram menjadi Rp2.651.000; lihat daftar harga per ukuran dan ca...
IHSG Diperkirakan Sideways Akhir Pekan, Asing Jual Rp23 Miliar
IHSG diperkirakan sideways akhir pekan di kisaran 5.650-5.87, meski asing mencatat net sell Rp23 miliar dan...
Jasa Marga Perkuat Layanan Tol lewat Expert Sharing Session
Jasa Marga gelar Expert Sharing Session 1 Juli 2026 di JMTC Bekasi untuk memperkuat layanan tol, inovasi tek...
George Adrian Lolos Semifinal DETEC Open 2026
George Adrian dari Kupang melaju ke semifinal KU12 DETEC Open 2026 setelah mengalahkan Kim Joo Young 5-4(5),...
Tiket Diskon KAI Capai 1,24 Juta, Okupansi Tembus 105,75%
KAI mencatat 1.242.114 tiket diskon selama libur sekolah, okupansi kumulatif 105,75% setelah program Diskon...
OLX Tambah Sub Kategori Mobil Baru untuk Bandingkan Mobil Baru & Bekas
OLX meluncurkan Sub Kategori Mobil Baru agar pembeli bisa membandingkan mobil baru dan bekas dalam satu plat...