IHSG Ditutup Menguat 131 Poin ke 5.875,78 pada 3 Juli 2026
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)5.875,78 atau naik 131 poin (2,28%). Sentimen positif datang dari penguatan mayoritas saham, realisasi laporan keuangan BUMN, dan ekspektasi kebijakan The Fed.
Pergerakan pasar dan komposisi saham
Perdagangan hari ini mencatat 494 saham menguat, 154 saham melemah, dan 139 saham stagnan. Seluruh emiten BUMN yang aktif tercatat menguat setelah pengumuman bahwa Danantara telah menyelesaikan seluruh laporan keuangan BUMN per Desember 2025.
Kontributor utama penguatan
Bank menjadi penopang utama kenaikan IHSG. Bank Central Asia (BCA) memberikan kontribusi terbesar, sebesar 13,27 poin. Sementara itu, Bank Mandiri (BMRI) menambah sekitar 9 poin pada indeks.
Sektor yang menguat
Menurut data Refinitiv, seluruh sektor di Bursa Efek Indonesia mencatat penguatan. Kenaikan tertinggi terlihat pada sektor utilitas, barang baku, finansial, dan teknologi. Aksi beli pada saham-saham unggulan sektor-sektor ini turut mendorong sentimen positif pasar.
Sentimen global dan komentar analis
Sentimen eksternal juga mempengaruhi pergerakan pasar. Perkembangan diplomasi di Kawasan Timur Tengah memberi harapan meredanya ketegangan geopolitik, meskipun pasar masih berhati-hati.
"Karena belum ada kesepakatan tertulis yang menjamin perdamaian jangka panjang di kawasan tersebut,"
Demikian komentar tim analis Pilarmas Investindo Sekuritas terkait kehati-hatian pelaku pasar. Mereka menilai pasar masih menunggu bukti tertulis sebelum memperkuat optimisme jangka panjang.
"Melihat ini, para pelaku pasar berspekulasi The Fed tidak akan menaikkan suku bunga acuan dalam waktu dekat,"
Prospek kebijakan moneter AS
Data tenaga kerja AS terbaru memberi sinyal campuran, namun menunjukkan adanya perkembangan pada ekonomi AS. Implikasi dari data ini mendorong spekulasi pasar bahwa The Fed tidak akan segera menaikkan suku bunga acuan.
Berdasarkan CME FedWatch, probabilitas kenaikan suku bunga The Fed pada bulan September turun menjadi 45,6% dari sebelumnya 67%. Penurunan probabilitas ini turut memperkuat sentimen risk-on di pasar saham domestik.
Secara keseluruhan, meskipun IHSG menguat signifikan pada penutupan Jumat, pelaku pasar diperkirakan akan tetap waspada seiring menantinya perkembangan geopolitik yang konkret dan data ekonomi global selanjutnya.
Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.
Berita Terkait
KA Mutiara Timur Layani 304.522 Penumpang Jan–Sep 2026
KA Mutiara Timur layani 304.522 penumpang Jan–Sep 2026, naik 22,78%; konektivitas ke Banyuwangi dan Ketapang...
ADB Gelontorkan USD650 Juta untuk Pendalaman Pasar Keuangan Indonesia
ADB setujui dukungan USD650 juta untuk memperdalam pasar modal, modernisasi keuangan digital, dan dorong pem...
OJK Targetkan Lima Bank Syariah Beraset Besar pada 2027
OJK menargetkan lima bank syariah beraset besar pada 2027 lewat konversi dan konsolidasi, dengan BSI sebagai...
Kenaikan PTKP Dinilai Angin Segar untuk Daya Beli
Ekonom FEB UI nilai kenaikan PTKP dapat menjaga daya beli dan memperkuat keadilan pajak; pembahasan lanjut d...
Grab Luncurkan Group Ride: Berbagi Ongkos hingga 50%
Grab meluncurkan fitur Group Ride sejak April 2026 untuk atur perjalanan bersama lewat satu pemesanan, denga...
Mobilitas Kereta Api Sumatra Capai 11,34 Juta Penumpang
KAI mencatat 11.342.350 pergerakan penumpang di Sumatra (Jan–Sep 2026), naik 12,02% dibandingkan 2025.