Indonesia Perkuat Hubungan Industri Eurasia lewat INNOPROM 2026
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan Indonesia memperkuat kerja sama industri dengan negara-negara Eurasia melalui partisipasi di INNOPROM 2026 yang berlangsung di Yekaterinburg, Rusia, pada 13 Juli 2026. Kehadiran Indonesia sebagai salah satu official partner country bertujuan membuka peluang kemitraan industri dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM).
Partisipasi Indonesia di INNOPROM 2026
INNOPROM 2026 merupakan pameran industri terbesar di kawasan Eurasia. Pemerintah menempatkan perwakilan Kementerian Perindustrian dalam berbagai sesi dan paviliun untuk mempromosikan kemampuan industri nasional. Kegiatan ini memberi akses langsung bagi pelaku industri dan institusi pendidikan untuk menjajaki kerja sama lintas negara.
Fokus pada Pengembangan SDM dan Vokasi
Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) hadir sebagai salah satu wakil Kemenperin. Kepala BPSDMI, Doddy Rahadi, mengatakan ajang ini dimanfaatkan untuk menunjukkan kualitas pelatihan dan kompetensi tenaga kerja Indonesia.
"Kami mendukung pertumbuhan industri nasional melalui pengembangan SDM industri untuk menghasilkan tenaga kerja berdaya saing global," kata Doddy Rahadi.
Selain mempromosikan program, BPSDMI membuka peluang kerja sama pendidikan vokasi dengan institusi asing, termasuk pembentukan kelas internasional dan program pertukaran.
Kolaborasi Institusi Vokasi
Pada pameran tersebut, BPSDMI berkolaborasi dengan Politeknik APP Jakarta dan Politeknik STMI Jakarta. Kedua politeknik memperkenalkan ekosistem vokasi industri Indonesia dan skema kerja sama yang ditawarkan.
- Pembentukan kelas internasional
- Pertukaran pelajar dan tenaga pengajar
- Riset dan penelitian bersama
Layanan Terpadu dan PIDI 4.0
Kementerian Perindustrian juga mempromosikan PIDI 4.0 sebagai layanan satu pintu untuk memperkuat ekosistem industri. PIDI 4.0 menggabungkan penguatan SDM, fasilitasi industri, dan pengembangan pusat kecerdasan buatan (AI Center).
Platform ini bermitra dengan puluhan pemangku kepentingan nasional dan internasional. Tujuannya membuka peluang kolaborasi lebih luas dan mendukung digitalisasi industri nasional.
Dampak dan Harapan
Doddy berharap partisipasi BPSDMI di INNOPROM 2026 memberi dampak langsung terhadap pengakuan program vokasi Indonesia di tingkat global. Ia mengharapkan minat mitra internasional meningkat terhadap pelatihan yang ditawarkan.
Kehadiran BPSDMI di INNOPROM 2026 diharapkan memberikan dampak yang signifikan bagi perkembangan SDM industri dan memperkuat citra program vokasi Indonesia di mata dunia, tambah Doddy Rahadi.
Ke depan, tindak lanjut kerja sama dan implementasi program internasional akan menentukan keberlanjutan manfaat bagi industri dan tenaga kerja nasional.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
KAI Catat 5 Kereta Jarak Jauh Terpanjang, Terjauh 1.030 km
KAI mengoperasikan lima rute kereta jarak jauh terpanjang, terjauh 1.030 km; data penumpang dan imbauan oper...
KAI Layani 7,47 Juta Penumpang Kereta Bandara Semester I 2026
KAI Group melayani 7,47 juta penumpang kereta penunjang bandara pada Semester I 2026, naik 2,94% atau 213.13...
Jasa Bersih Rumah Instan: bTaskee Datang dalam 15 Menit
bTaskee luncurkan bInstant: jasa kebersihan on-demand tiba sekitar 15 menit, operasional awal di Jakarta Sel...
OJK Serahkan Tersangka Kasus BPR SAWA ke Kejaksaan
OJK menyerahkan tersangka dan barang bukti kasus BPR SAWA ke Kejaksaan Negeri Sidoarjo setelah berkas dinyat...
Harga Emas Antam Stabil pada 12 Juli 2026, Harga 1 Gram Rp2.655.000
Harga emas Antam stabil di Logam Mulia pada 12 Juli 2026; emas 1 gram tercatat Rp2.655.000, sementara invest...
NOC Indonesia Pastikan Kesiapan Kontingen untuk Asian Games 2026
NOC Indonesia lakukan kunjungan kerja ke Jepang (11 Juli 2026) untuk memastikan akomodasi, logistik, dan duk...