Ekonomi

KAI Layani 7,47 Juta Penumpang Kereta Bandara Semester I 2026

Bagikan:
Kereta bandara KAI beroperasi mengangkut penumpang menuju bandara

KAI Group melayani 7.468.887 penumpang layanan kereta penunjang bandara di Jawa dan Sumatra pada Semester I 2026, atau naik 2,94 persen dibanding periode sama tahun lalu.

Rincian capaian dan sumber data

Data kumulatif menunjukkan penambahan 213.133 pelanggan selama enam bulan pertama 2026. Manajemen merilis statistik ini pada Minggu, 12 Juli 2026 melalui keterangan resmi.

Rincian penumpang per layanan

Volume penumpang tersebar di beberapa layanan kereta bandara dan relasi commuter. Berikut rincian pengguna jasa pada Semester I 2026:

Layanan Jumlah Penumpang
KA Bandara YIA Reguler 908.898
KA Bandara YIA Xpress 434.765
KA Srilelawangsa (Medan–Kualanamu) 793.519
KA Srilelawangsa (relasi Kuala Bingai) 1.345.715
Commuter Line Basoetta 1.197.413
KA Bandara Internasional Adi Soemarmo 461.482
KA Minangkabau Ekspres 120.599
LRT Sumsel 2.206.496

Keterangan resmi manajemen

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyatakan layanan kereta bandara membantu menghubungkan bandara dengan pusat kota, kawasan permukiman, dan stasiun lainnya. Ia menekankan keberagaman moda agar penumpang bisa memilih sesuai kebutuhan.

“Pada Semester I 2026, jumlah pelanggan pada delapan layanan tersebut bertambah 213.133 pelanggan dibanding periode yang sama tahun lalu. Kehadiran layanan ini membantu masyarakat menghubungkan perjalanan udara dengan pusat kota, kawasan permukiman, pusat kegiatan, dan stasiun kereta api,” ujar Anne.

Anne juga mengingatkan opsi layanan berbeda di tiap wilayah, misalnya pelanggan Yogyakarta dapat memilih layanan reguler yang berhenti di Stasiun Wates.

Dampak operasional dan anjuran bagi penumpang

Manajemen menilai angkutan berbasis rel mengurangi ketergantungan kendaraan pribadi dan memperbaiki prediktabilitas waktu perjalanan, khususnya saat liburan akhir pekan. Jadwal teratur memudahkan penumpang merencanakan koneksi ke penerbangan.

“Perjalanan yang nyaman menuju bandara dimulai dari perencanaan waktu yang baik. Kami mengajak pelanggan memeriksa jadwal lebih awal dan menggunakan kanal resmi untuk memperoleh informasi perjalanan terbaru,” kata Executive Vice President Corporate Secretary KAI Wisnu Pramudya.

Penutup: Implikasi dan langkah ke depan

Peningkatan penumpang pada Semester I 2026 menunjukkan permintaan mobilitas antarmoda yang terus tumbuh. Ke depan, KAI dan pemangku kepentingan terkait perlu menyelaraskan jadwal dan kapasitas layanan untuk menjaga kenyamanan serta kelancaran konektivitas udara-rel.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait