EMGS Siapkan Penjemputan 24 Jam untuk Mahasiswa Internasional
Education Malaysia Global Services (EMGS) menyiapkan layanan penjemputan 24 jam di bandara bagi mahasiswa internasional yang tiba di Malaysia. CEO EMGS Novie Tajuddin mengatakan langkah ini diberlakukan untuk memastikan mahasiswa tiba dengan aman dan nyaman, termasuk saat kedatangan dini hari melalui International Students Arrival Center (ISAC).
Layanan kedatangan dan pendampingan
Novie menjelaskan petugas EMGS menyambut mahasiswa sebelum pemeriksaan imigrasi dan mendampingi mereka menuju proses berikutnya. Layanan ini tersedia setiap hari, sepanjang minggu, sehingga mahasiswa yang tiba pada malam atau dini hari tetap mendapat bantuan.
Selain pendampingan, EMGS menyediakan kebutuhan dasar bagi mahasiswa saat tiba. Layanan tersebut meliputi:
- Makanan dan minuman
- Paket penyambutan atau welcoming kit
- Pendampingan sebelum proses imigrasi
"Ya, sebelum counter-imigrasi, maksudnya apabila pelajar dari Indonesia sampai mereka beritahu kepada EMGS dan juga pihak universitas. Kami tungguin, meskipun sampai pukul 3 pagi, karena kami beroperasi 24 kali 7,"
Peran EMGS dalam proses visa dan operasional
Selain layanan kedatangan, EMGS juga mengelola proses visa mahasiswa internasional di bawah Kementerian Pendidikan Tinggi Malaysia. Novie menyebut lembaganya didukung sekitar 40 petugas imigrasi yang memproses aplikasi visa pelajar.
"Pastinya karena itu adalah mandat yang diberikan oleh Kerajaan. Bukan suka-suka kementerian mau panggil semua datang ke EMGS, itu diluluskan oleh Kabinet Malaysia 13 tahun lalu,"
Data mahasiswa Indonesia dan faktor peningkatan minat
Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi Malaysia, Aminuddin Hassim, menyatakan Indonesia merupakan penyumbang terbanyak mahasiswa internasional di Malaysia. Data per Maret 2026 mencatat sebanyak 13.337 mahasiswa Indonesia sedang menempuh studi di berbagai institusi Malaysia.
"Kita ada seramai 13.337 pelajar Indonesia yang sedang melanjutkan pengajian di institusi pendidikan tinggi di Malaysia. Alhamdulillah merupakan negara penyumbang terbesar pelajar internasional di Malaysia,"
Aminuddin menilai kedekatan budaya, kemudahan akses, dan peningkatan kualitas perguruan tinggi Malaysia menjadi faktor utama meningkatnya minat mahasiswa Indonesia. Pemerintah Malaysia terus memperkuat mutu melalui Malaysian Qualifications Agency (MQA) dan penyesuaian kurikulum agar relevan dengan kebutuhan industri.
Implikasi dan langkah ke depan
Pelayanan penjemputan 24 jam dan pengelolaan visa yang terpusat bertujuan memberikan rasa aman bagi mahasiswa dan ketenangan bagi orang tua. Ke depan, penguatan koordinasi antara EMGS, universitas, dan otoritas imigrasi akan menjadi kunci agar layanan ini berjalan lancar dan berkelanjutan.
Editor teknologi yang mengulas gadget, kecerdasan buatan, startup, dan inovasi digital.
Berita Terkait
NASA-ESA Pasang Antena Berkecepatan Tinggi di ISS
NASA dan ESA memasang antena berkecepatan tinggi di ISS pada 26 Agustus 2026; Anil Menon dan Sophie Adenot m...
Monster Hunter Outlanders Buka Pra-pendaftaran di Google Play & App Store
Monster Hunter Outlanders buka pra-pendaftaran di Google Play dan App Store sejak 26 Agustus 2026; ada hadia...
BRIN Buka Fasilitas Riset untuk Periset BRICS
BRIN menawarkan fasilitas riset Indonesia kepada periset BRICS untuk memperkuat kolaborasi dan meningkatkan...
NASA Petakan 'Zero Curtain' Arktik, Risiko Pelepasan Karbon
NASA memetakan fenomena zero curtain di Arktik menggunakan GeoCryoAI, menunjukkan musim semi lebih lama dan...
Dua Studi NASA: Bagaimana Matahari Bentuk Iklim Bumi
Dua studi NASA menunjukkan heliosfer yang menyusut dan partikel Matahari muda berperan pada perubahan iklim...
Perseverance Rekam Transit Phobos Melintas Depan Matahari
Perseverance merekam Phobos melintas di depan Matahari pada 12 Agustus 2026, menambah data penting untuk mem...