Teknologi

Malaysia Buka Peluang Kerja 1 Tahun untuk Lulusan melalui Graduate Pass

Bagikan:
Mahasiswa internasional di kampus Malaysia dengan latar gedung universitas

Malaysia memberi kesempatan kerja sementara selama satu tahun bagi lulusan perguruan tinggi, termasuk mahasiswa Indonesia, melalui program Graduate Pass yang telah diterapkan sejak Desember 2024. Pernyataan itu disampaikan Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi Malaysia, Aminuddin Hassim, saat berdialog di Jakarta pada 11 Juli 2026.

Skema Graduate Pass: hak dan cakupan

Aminuddin menjelaskan Graduate Pass memungkinkan lulusan bekerja di Malaysia selama satu tahun setelah menyelesaikan studi. Program ini berlaku bagi lulusan jenjang S1, S2, dan S3.

"Kalau mereka sudah habis belajar di Malaysia, kita beri peluang satu tahun bekerja di Malaysia. Programnya disebut graduate pass," ujar Aminuddin.

Skema ini dirancang untuk memperlancar transisi akademik-ke-industri dan memberi ruang pengalaman kerja praktis bagi lulusan internasional.

Jumlah mahasiswa Indonesia dan daya tarik Malaysia

Berdasarkan data Kementerian Pendidikan Tinggi Malaysia, hingga Maret 2026 terdapat 13.337 mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di Malaysia. Aminuddin menyebut kedekatan budaya dan peningkatan kualitas pendidikan sebagai faktor utama kenaikan tersebut.

Ia menambahkan, sampai saat ini ada lima universitas Malaysia yang masuk dalam kelompok 200 perguruan tinggi terbaik dunia. Pengakuan ini memperkuat daya tarik Malaysia sebagai tujuan studi kawasan.

Pembaruan kurikulum dan peran MQA

Pemerintah Malaysia terus memperbarui kualitas pendidikan lewat Malaysian Qualifications Agency (MQA). Aminuddin mengatakan kurikulum disesuaikan dengan kebutuhan industri agar lulusan lebih siap bekerja sesaat setelah lulus.

"Itu adalah salah satu syarat yang kita pastikan supaya yang kita lahirkan nanti, mereka sudah masuk industri. Dapat menjadi karyawan terbaik," kata Aminuddin.

Dukungan universitas dan manfaat bagi lulusan

Menurut Novie Tajuddin, CEO Education Malaysia Global Services (EMGS), setiap universitas di Malaysia memiliki petugas hubungan industri. Petugas ini bertugas menjalin kerja sama dengan dunia usaha dan memfasilitasi program magang mahasiswa.

"Setelah lulus, maka pelajar-pelajar Indonesia yang belajar di Malaysia akan dibolehkan untuk mengambil izin kerja sementara selama satu tahun. Jadi ada satu tahun pengalaman kerja, makanya apabila balik ke Jakarta," ujar Novie Tajuddin.

Dengan akses magang yang berkelanjutan, lulusan dapat memperpanjang pengalaman kerja praktis melalui Graduate Pass. Pengalaman ini dinilai menjadi nilai tambah saat mereka kembali mencari pekerjaan di Indonesia.

Implikasi dan prospek kerja sama

Inisiatif Graduate Pass tidak hanya memberi manfaat individu. Program ini juga memperkuat hubungan pendidikan tinggi Malaysia dengan Indonesia dan negara-negara ASEAN melalui riset bersama, pertukaran akademik, dan jejaring institusional.

Ke depan, penyesuaian kurikulum dan penguatan koneksi industri akan menjadi kunci agar lulusan internasional, termasuk mahasiswa Indonesia, lebih kompetitif di pasar kerja regional.

Naufal Hakim
Penulis
Naufal Hakim

Editor teknologi yang mengulas gadget, kecerdasan buatan, startup, dan inovasi digital.

Berita Terkait