NASA Luncurkan GRITSS, Satelit Mini untuk Tingkatkan Pemetaan Bumi
NASA meluncurkan satelit mini bernama GRITSS pada 7 Juli 2026 dari Vandenberg Space Force Base, California, menggunakan roket SpaceX Transport-17. Satelit seukuran koper itu bertujuan meningkatkan akurasi pemetaan Bumi dan mendukung sistem navigasi presisi.
Tujuan misi dan desain satelit
GRITSS, singkatan dari Geodetic Reference Instrument Transponder for Small Satellites, berbentuk CubeSat kecil. Misi utamanya adalah menghubungkan tiga sistem pengamatan geodesi yang selama ini bekerja terpisah agar menghasilkan standar pengukuran yang lebih akurat.
Ketiga sistem pengamatan
GRITSS menguji integrasi antara sistem berikut:
- Jaringan teleskop radio Very Long Baseline Interferometry (VLBI).
- Penerima GPS yang dimodifikasi untuk diterjemahkan ke frekuensi VLBI.
- Jaringan Satellite Laser Ranging yang menggunakan laser untuk mengukur jarak satelit ke permukaan Bumi.
Melalui kombinasi ini, GRITSS dapat mengukur hubungan antarsistem secara langsung dan mengurangi kesalahan koordinat yang muncul dari pengukuran terpisah.
Perangkat dan pengukuran waktu
Satelit membawa penerima GPS yang dimodifikasi sehingga sinyalnya dapat dibaca oleh stasiun VLBI. Selain itu, GRITSS dilengkapi reflektor laser untuk menerima dan memantulkan kembali sinyal dari jaringan Satellite Laser Ranging. Integrasi sinyal ini memungkinkan penentuan posisi dan waktu dengan ketelitian lebih tinggi.
Tantangan termal dan solusi teknis
Operasi teknologi presisi di ruang angkasa menghadirkan tantangan termal signifikan. Suhu satelit berubah drastis saat berpindah antara paparan sinar Matahari dan bayangan Bumi.
Untuk itu tim pengembang merancang sistem pengendalian termal yang menjaga suhu internal dalam rentang satu derajat Celsius. Langkah ini penting agar akurasi waktu pada instrumen tetap stabil, tidak berubah lebih dari satu pertriliun detik setiap kali mengorbit.
Dampak terhadap pemetaan dan navigasi
Data dari GRITSS diharapkan meningkatkan ketelitian International Terrestrial Reference Frame, sistem koordinat global yang menjadi acuan ilmu kebumian, pemetaan, dan navigasi presisi. Peningkatan akurasi ini berpotensi memperbaiki layanan pemetaan digital, pengawasan pergeseran kerak Bumi, dan aplikasi navigasi untuk industri.
Peluncuran GRITSS menandai langkah penting menuju integrasi metode geodesi, sekaligus membuka peluang untuk pengukuran posisi global yang lebih andal di masa depan.
Editor teknologi yang mengulas gadget, kecerdasan buatan, startup, dan inovasi digital.
Berita Terkait
BRIN Dukung Pendirian Kebun Raya 60 Hektar di Pangkalpinang
BRIN mendukung rencana pembangunan kebun raya seluas 60 hektar di Pangkalpinang, yang diharapkan mendukung k...
Persiapan Akhir Teleskop Roman Jelang Peluncuran Agustus 2026
NASA menyelesaikan pengujian akhir Nancy Grace Roman Space Telescope; peluncuran ditargetkan paling cepat 30...
DIRBT UI dan PT GAPTEK Luncurkan Aplikasi MAKA untuk Anak Prasekolah
DIRBT UI dan PT GAPTEK meluncurkan Aplikasi MAKA, gamifikasi edukasi untuk anak 3–8 tahun dengan 300 level d...
Mengenal Gerhana: Jenis, Penyebab, dan Proses Terjadinya
Gerhana terjadi saat satu benda langit menutupi cahaya benda lain; terbagi menjadi gerhana matahari dan bula...
Mendiktisaintek: Siswa dan Penerima Beasiswa Garuda Harus Jadi Petarung
Mendiktisaintek Brian Yuliarto minta siswa SMA Unggul Garuda dan penerima Beasiswa Garuda punya mental 'peta...
Sekolah dan Beasiswa Garuda Perkuat SDM Unggul Indonesia
Pemerintah perkuat SDM lewat Sekolah dan Beasiswa Garuda; program targetkan penambahan sekolah dan beasiswa...