KAI: 5,55 Juta Pengguna Pemindaian Wajah Semester I 2026
PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat 5.555.034 pelanggan menggunakan layanan face recognition pada Semester I 2026. Angka ini naik 53.978 orang dibandingkan periode sama tahun lalu dan diumumkan melalui keterangan resmi pada 13 Juli 2026.
Statistik penggunaan dan akumulasi sejak diluncurkan
Fasilitas pemindaian wajah dilaporkan telah melayani 26.964.584 pelanggan sejak pertama kali dioperasikan. Di Semester I 2026, jumlah pengguna mencapai jutaan yang tersebar di berbagai stasiun besar.
Penghematan biaya dan dampak lingkungan
KAI menghitung layanan digital ini mampu menekan biaya operasional pencetakan tiket. Pada semester berjalan, penghematan biaya cetak tercatat sebesar Rp203.800.310. Penghematan tersebut setara dengan pengurangan penggunaan kertas sebanyak 13.888 rol gulungan.
Secara ekologis, pemangkasan rol kertas itu diperkirakan menyelamatkan sekitar 75 pohon dan jika seluruh gulungan direntangkan bisa mencapai hampir 1.000 kilometer.
Akumulasi penghematan sejak penerapan sistem
Sejak awal penggunaan sistem digital, total penghematan anggaran mencapai Rp989.263.176. Selain itu, secara kumulatif KAI mengklaim telah mengurangi kebutuhan kertas sebanyak 67.411 rol, yang diperkirakan setara dengan penyelamatan sekitar 363 pohon.
Peran stasiun dan distribusi pengguna
Kontribusi terbesar datang dari beberapa stasiun utama. Stasiun Gambir di Jakarta mencatat pengguna tertinggi sebanyak 927.658 orang. Disusul Stasiun Yogyakarta dengan 648.737 pengguna dan Stasiun Pasarsenen sebanyak 490.450.
Secara keseluruhan, sepuluh stasiun utama menyumbang sekitar 74,16% dari total penggunaan secara nasional. Hingga kini fasilitas pemindaian wajah telah aktif di 22 stasiun kereta api.
Keterangan resmi dan tanggapan manajemen
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menjelaskan manfaat langsung dari sistem pemindaian wajah bagi pelanggan dan perusahaan.
"Face recognition membuat proses boarding lebih praktis karena pelanggan cukup melakukan pemindaian wajah. Ketika digunakan oleh jutaan pelanggan, pengurangan satu lembar cetakan dalam setiap perjalanan dapat terakumulasi menjadi penghematan kertas dan biaya yang cukup besar," ujar Anne.
Executive Vice President Corporate Secretary KAI, Wisnu Pramudya, menyoroti aspek efisiensi dan kenyamanan.
"Jutaan pemindaian wajah menghasilkan dua manfaat sekaligus, yaitu pengalaman boarding yang lebih praktis bagi pelanggan dan pengurangan konsumsi kertas secara berkelanjutan. Inilah nilai strategis digitalisasi ketika manfaatnya dapat dirasakan dalam setiap perjalanan," kata Wisnu Pramudya.
Implikasi ke depan
KAI berharap peningkatan adopsi layanan digital seperti pemindaian wajah dapat terus menekan biaya operasional dan dampak lingkungan. Selain itu, digital boarding diharapkan mempercepat alur penumpang, khususnya di stasiun dengan volume trafik tinggi.
Keberlanjutan program akan bergantung pada perluasan jangkauan layanan dan partisipasi aktif pelanggan dalam memilih opsi boarding digital.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Lalamove Catat Lonjakan Pindahan Mahasiswa di Kota Pendidikan
Lalamove mencatat lonjakan permintaan pindahan mahasiswa pada akhir Juli–Agustus 2026, dengan rekor di Malan...
Indodana Fintech Raih Penghargaan Infobank Financial Technology Award 2026
Indodana Fintech meraih predikat Excellent Performance pada Infobank Financial Technology Award 2026 berkat...
IHSG Menguat 0,48% ke 6.548,85 Didukung Kepastian Gubernur BI
IHSG menguat 0,48% ke 6.548,85 pada sesi I 28 Agustus 2026, didukung kepastian calon Gubernur BI dan prospek...
OJK: 7 Inovasi Fintech Lulus Regulatory Sandbox hingga Jul 2026
OJK mencatat tujuh inovasi fintech lulus regulatory sandbox hingga Juli 2026, termasuk tokenisasi dan penerb...
Insentif Mobil Listrik NMC Perkuat Hilirisasi Nikel
Pemerintah siapkan insentif untuk kendaraan listrik berbasis NMC guna percepat hilirisasi nikel dan perkuat...
Rupiah Berbalik Menguat Usai Demo, Tembus Rp17.707
Rupiah menguat 0,21% ke Rp17.707 per dolar AS pada pembukaan Jumat setelah aksi demo di DPR berakhir.