Ekonomi

KAI Tanam 99.785 Pohon Demi Keberlanjutan Bumi

Bagikan:
Penanaman pohon KAI di Balai Yasa Yogyakarta untuk program keberlanjutan

PT Kereta Api Indonesia (KAI) telah menanam 99.785 pohon sebagai bagian dari program keberlanjutan perusahaan. Hingga 2026, perusahaan menanam 4.540 pohon dan pada 13 Juli 2026 menambah 25 pohon di kawasan Pengok, Yogyakarta.

Jumlah dan tujuan penanaman

Penanaman itu merupakan upaya KAI untuk menjaga keseimbangan ekologis dan mendukung praktik bisnis berkelanjutan. Capaian kumulatif 99.785 pohon tercatat setelah penanaman produktif di Balai Yasa Yogyakarta.

Jenis pohon yang ditanam

Pohon yang ditanam berukuran antara 2,5 hingga 3 meter saat diletakkan. Rincian jenis tanaman produktif yang ditanam antara lain:

  • 10 pohon mangga
  • 2 pohon mundu
  • 5 pohon duku
  • 5 pohon nangka
  • 3 pohon sawo beludru

Keterlibatan pimpinan dan Porsenika 2026

Keterlibatan pimpinan unit kerja menjadi bagian penting dalam program ini. Kegiatan penanaman dilaksanakan bersamaan dengan Pekan Olahraga dan Seni Kereta Api (Porsenika) 2026, yang diikuti oleh 1.632 peserta dari 17 kontingen.

"Transformasi KAI diarahkan pada keseimbangan 3P, yaitu profit, people, dan planet. Perusahaan harus mampu menjaga kinerja, memberikan manfaat bagi masyarakat, dan berperan aktif dalam merawat bumi,"

"Penanaman pohon dalam rangkaian Porsenika memadukan semangat kompetisi yang sehat dengan kepedulian terhadap lingkungan,"

Transisi energi dan digitalisasi operasi

KAI juga mengambil langkah transisi energi dan digitalisasi sebagai bagian dari strategi keberlanjutan. Saat ini perusahaan mengoperasikan 113 unit Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di 92 lokasi.

Sejak 1 Juli 2026, KAI mulai menggunakan bahan bakar alternatif B50. Di sisi digital, teknologi Face Recognition Boarding Gate melayani 5.555.034 pelanggan kereta jarak jauh sepanjang Semester I 2026.

"Program keberlanjutan KAI mencakup pengelolaan energi, penggunaan kertas, air, dan limbah. Penerapannya diarahkan untuk mendukung keandalan operasi, kualitas pelayanan, pengendalian biaya, serta manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan lingkungan,"

Dampak langsung program

Digitalisasi boarding berhasil memangkas konsumsi sampai dengan 13.888 rol kertas, dengan estimasi penghematan senilai Rp203,80 juta. Selain itu, KAI menyediakan 124 unit fasilitas air minum gratis pada 58 stasiun.

Perusahaan juga mengumpulkan seragam bekas pekerja untuk diolah kembali menjadi produk bernilai guna sebagai bagian dari pengelolaan limbah dan ekonomi sirkular.

Prospek dan langkah berikutnya

KAI menempatkan keselamatan, kesiapan sarana, dan keandalan pelayanan sebagai prioritas saat menerapkan inisiatif keberlanjutan. Ke depan, perusahaan akan melanjutkan kombinasi penanaman pohon, efisiensi energi, dan digitalisasi operasional untuk memperkuat manfaat lingkungan dan sosial.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait