BPOM Awasi Makan Bergizi Gratis Meski Anggaran Belum Cair
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memastikan pengawasan Program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan meski anggaran pelaksanaannya belum dicairkan. Pernyataan disampaikan Kepala BPOM, Taruna Ikrar, di Jakarta pada 13 Juli 2026 untuk menegaskan komitmen badan itu menjaga keamanan pangan bagi seluruh penerima program.
Mandat pengawasan menurut Perpres
Taruna Ikrar menegaskan pengawasan keamanan pangan merupakan tugas BPOM berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 115. Menurutnya, kementerian dan lembaga lain berperan sebagai pelaksana, sementara BPOM menjalankan fungsi pengawasan secara berkelanjutan sesuai mandat peraturan perundang-undangan.
“BPOM sudah terlibat pengawasan sejak lama. Salah satu tugas Badan POM berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 115 adalah melakukan pengawasan,”
Langkah pengawasan dan kolaborasi
BPOM menerapkan pengawasan secara berjenjang dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Kegiatan ini mencakup surveillance, pemeriksaan bahan dan produk pangan, serta edukasi kepada pelaksana program.
- Surveilans pada rantai pasok makanan program
- Pemeriksaan bahan baku dan produk jadi
- Edukasi bagi petugas penyelenggara dan penjamah pangan
Untuk memperkuat penerapan standar, BPOM menggandeng Universitas Pertahanan memberikan edukasi kepada SPPG dan penjamah pangan. Kolaborasi ini diharapkan meningkatkan kualitas pengawasan dan menjamin keamanan makanan bagi penerima manfaat.
“Pelaksanaan pengawasan ini kita lakukan secara berjenjang. Kita bekerja sama dengan berbagai stakeholder, mulai dari surveillance, pengawasan bahan produk, sampai edukasi bersama Universitas Pertahanan untuk SPPI dan penjamah pangan,”
Anggaran belum cair, pengawasan tetap jalan
Meski anggaran pelaksanaan program belum dicairkan, Taruna menegaskan keterbatasan anggaran tidak menghentikan tugas pengawasan BPOM. Badan ini akan terus menjalankan fungsi pengawasan untuk mendukung keberhasilan Program MBG.
“Anggaran itu belum cair. Tapi sekali lagi, ada anggaran atau tidak ada anggaran, BPOM akan jalan terus dan kita akan dukung maksimal Program Makan Bergizi Gratis,”
Dampak dan prospek
Kebijakan pengawasan yang berjalan meski tanpa pencairan anggaran menunjukkan komitmen regulator terhadap keselamatan pangan penerima manfaat. Ke depan, keberlanjutan pengawasan akan bergantung pada koordinasi antarinstansi dan ketersediaan sumber daya, baik fiskal maupun teknis.
BPOM menempatkan pengawasan sebagai prioritas untuk meminimalkan risiko kesehatan publik yang mungkin timbul dari pelaksanaan program tersebut. Penerapan edukasi dan pemeriksaan berjenjang diharapkan tetap memberikan proteksi bagi penerima Makan Bergizi Gratis.
Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.
Berita Terkait
Menko PMK: Eliminasi Kusta Butuh Komitmen Lintas Sektor hingga Daerah
Menko PMK Pratikno minta komitmen lintas sektor dan peran aktif pemerintah daerah untuk percepat eliminasi k...
Cara Jaga Kesehatan saat El Nino: Minum, Lindungi Kulit, Atur Waktu
BMKG sebut El Nino berlangsung hingga awal 2027. Simak langkah praktis menjaga kesehatan: hidrasi, perlindun...
UI dan Tsinghua Perkuat Riset Vaksin Dengue Berbasis mRNA
Kolaborasi UI dan Tsinghua memperkuat pengembangan vaksin dengue berbasis mRNA, didukung kebijakan, anggaran...
Menkes Dorong Vaksin mRNA Dengue Buatan Indonesia
Menkes mendorong pengembangan vaksin mRNA dengue lewat kolaborasi UI-Tsinghua untuk memperkuat kemandirian p...
Menkes Targetkan 15 Antigen Vaksin Mandiri Sebelum 2029
Menkes Budi Gunadi menargetkan Indonesia memproduksi 15 antigen vaksin secara mandiri sebelum 2029 untuk kur...
BPOM Kembangkan Vaksin mRNA Dengue, Target Jadi yang Pertama
BPOM mengembangkan vaksin mRNA dengue bekerja sama dengan UI, BRIN, Etana, dan LPDP; pendanaan awal Rp16 mil...