IHSG Tembus 6.037,84 Setelah Menguat 1,92% pada 13 Juli
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada perdagangan Senin, 13 Juli 2026, di Bursa Efek Indonesia. IHSG mencapai level 6.037,84, naik 113,48 poin atau 1,92 persen dari penutupan sebelumnya.
Pergerakan dan data perdagangan
IHSG dibuka pada level 5.934,71 dan bergerak fluktuatif sepanjang sesi. Angka penutupan 6.037,84 merupakan titik tertinggi pada hari itu.
Mayoritas saham berada di zona positif. Tercatat 377 saham menguat, 250 saham melemah, dan 167 saham stagnan.
Nilai transaksi harian mencapai Rp12,15 triliun. Volume perdagangan tercatat 26,32 miliar lembar saham dengan frekuensi lebih dari 2,7 juta kali transaksi.
Sentimen pasar dan rekomendasi analis
Tim Pilarmas Investindo Sekuritas menilai penguatan IHSG masih berlanjut secara terbatas pada perdagangan berikutnya. Secara teknikal, mereka memproyeksikan IHSG bergerak pada rentang support 5.640 dan resistance 6.000.
Pilarmas merekomendasikan sejumlah saham yang patut dicermati pelaku pasar:
- ARCI
- BMRI
- MINA
- TAPG
Sentimen positif juga datang dari pasar global. Stabilitas harga minyak dunia dan meredanya kekhawatiran terhadap kebijakan suku bunga The Fed membantu menopang optimisme investor.
Perbaikan sentimen global ini turut mendorong penguatan sektor perbankan dan manufaktur di beberapa bursa utama. Kondisi tersebut memberikan dampak positif pada pergerakan saham domestik.
Pandangan FAC Sekuritas
Selain itu, sentimen domestik juga dinilai cukup solid seiring tingginya aktivitas penawaran umum perdana saham atau IPO. Aksi beli selektif pada saham-saham blue chip yang sudah terkoreksi juga turut menopang pergerakan pasar.
Riset harian FAC Sekuritas memperkirakan IHSG berpotensi bergerak mixed pada sesi berikutnya, dengan dukungan meredanya kekhawatiran kenaikan suku bunga global.
Impak dan yang perlu dicermati
Kondisi saat ini dinilai mampu menjaga stabilitas arus modal ke pasar negara berkembang, termasuk Indonesia. Namun, pelaku pasar diperkirakan tetap akan mencermati pergerakan nilai tukar rupiah dan potensi tekanan jual dari investor asing.
Secara ringkas, pasar menunjukkan sentimen positif jangka pendek, namun kewaspadaan terhadap faktor eksternal dan arus modal asing masih diperlukan.
Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.
Berita Terkait
Ekspor Industri Pengolahan Jan–Agu 2026 Tembus USD159,55 Miliar
Ekspor industri pengolahan Januari–Agustus 2026 mencapai USD159,55 miliar (Rp2.855,48 triliun), tumbuh 7,87%...
OJK Minta Perbankan Perkuat IT, Kebijakan Dividen Disesuaikan
OJK minta bank perkuat keamanan IT; dividend payout akan disesuaikan agar bank punya ruang investasi teknolo...
OJK Luncurkan Roadmap Perbankan 2026-2030, Lima Prioritas Utama
OJK meluncurkan RP3I 2026–2030 di Bali untuk memperkuat perbankan dengan lima prioritas, empat enabler, dan...
APBN 2027: Target Pertumbuhan 6% Jadi Tantangan Utama
Target 6% pada APBN 2027 jadi tantangan; investasi harus tumbuh 10-12% untuk mendorong ekonomi, kata Kepala...
Ekspor Manufaktur Agustus 2026 Tumbuh 12,48%, Topang Surplus
Manufaktur naik 12,48% pada Agustus 2026, dorong ekspor USD26,61 miliar dan neraca perdagangan surplus USD3,...
Briket Kayu Indonesia Dilirik Buyer Spanyol untuk Restoran Profesional
Calon buyer Spanyol menunjukkan minat pada briket serbuk kayu heksagonal Indonesia untuk restoran profesiona...