IHSG Menguat ke 5.930 pada Jeda Perdagangan Sesi I
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan penguatan pada jeda siang perdagangan Senin, 13 Juli 2026, menutup sesi pertama di level 5.930,83 atau naik 0,11 persen (6,47 poin). Pergerakan positif terjadi seiring meredanya kekhawatiran kenaikan suku bunga global dan sentimen domestik yang relatif kuat.
Pergerakan IHSG pada Sesi I
IHSG sempat menyentuh posisi tertinggi di 5.934,71 dan bergerak ke level terendah 5.898,14 selama sesi pertama. Pembukaan pasar juga menguat, di mana IHSG dibuka pada 5.934,71, naik 0,17 persen dari penutupan Jumat, 10 Juli 2026.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), jumlah saham yang bergerak beragam: 266 saham menguat, 326 saham melemah, dan 197 saham stagnan. Kondisi ini menunjukkan meski indeks berada di zona hijau, pergerakan emiten masih heterogen.
Analisis Teknikal dan Level Kunci
Tim Pilarmas Investindo Sekuritas menilai IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatan secara terbatas pada perdagangan hari ini. Secara teknikal, mereka memperkirakan IHSG bergerak dalam rentang support di 5.640 dan resistance di 6.000. Level tersebut menjadi acuan bagi pelaku pasar untuk memetakan potensi naik-turun jangka pendek.
Sentimen Penguatan: Global dan Domestik
Riset harian FAC Sekuritas mencatat penguatan IHSG didorong oleh melandainya kekhawatiran kenaikan suku bunga global. Kondisi ini dinilai menjaga stabilitas arus modal ke negara berkembang, termasuk Indonesia. Di sisi domestik, tingginya aktivitas penawaran umum perdana saham (IPO) turut menopang sentimen pasar.
Sentimen positif global lain yang ikut berkontribusi adalah stabilnya harga minyak dunia, yang membantu menopang sektor perbankan dan manufaktur di bursa internasional. Penguatan sektor-sektor ini memberikan dampak positif bagi pergerakan saham-saham domestik.
Rekomendasi Saham
Tim Pilarmas merekomendasikan sejumlah saham yang layak dicermati oleh pelaku pasar hari ini. Rekomendasi tersebut meliputi:
- ARCI
- BMRI
- MINA
- TAPG
Investor disarankan memantau pergerakan teknikal di level support dan resistance yang disebutkan, serta perkembangan sentimen global yang dapat mengubah aliran modal ke pasar Indonesia.
Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.
Berita Terkait
Pemerintah Diversifikasi PNBP lewat SDA, Aset, dan Layanan
Pemerintah diversifikasi PNBP lewat optimalisasi SDA, aset negara, dan layanan K/L untuk memperkuat pendapat...
IHSG Menguat 44,59 Poin di Tengah Aksi Penyampaian Pendapat
IHSG menguat 44,59 poin ke 6.450,27 pada penutupan sesi I 27 Agustus 2026, meski ada aksi penyampaian pendap...
APBN 2027: Shock Absorber dan Pendorong Pertumbuhan
Pemerintah arahkan APBN 2027 sebagai shock absorber dan pendorong pertumbuhan, dengan belanja Rp4.097,2 tril...
Pemerintah Usulkan Defisit RAPBN 2027 2,4% dari PDB
Pemerintah mengusulkan defisit RAPBN 2027 sebesar 2,4% PDB untuk dorong pertumbuhan dan jaga keberlanjutan f...
Harga Emas Pegadaian Turun, Galeri24 dan UBS Melemah 27 Agustus 2026
Harga emas Pegadaian turun pada 27 Agustus 2026; Galeri24 melemah Rp29.000/g dan UBS turun Rp20.000/g, penye...
Rupiah Melemah ke Rp17.781, Dolar AS Rebound Usai Data PCE
Rupiah melemah ke Rp17.781 per dolar AS pada pembukaan 27 Agustus 2026 setelah dolar AS menguat akibat data...