Kounde Buka Suara soal Ucapan Yamal Jelang Spanyol vs Prancis
Bek Timnas Prancis Jules Kounde menepis anggapan bahwa pernyataan bintang muda Spanyol Lamine Yamal bermaksud menghina menjelang semifinal Piala Dunia 2026. Pernyataan itu muncul setelah Yamal menyarankan Prancis seharusnya merasa khawatir menghadapi Spanyol, yang memicu perdebatan publik pada 14 Juli 2026.
Kounde: Ucapan Yamal bentuk kepercayaan diri
Kounde menilai komentar Yamal tidak perlu dibesar-besarkan karena berasal dari rasa percaya diri pemain muda Barcelona itu. Ia menekankan hubungan baik mereka sebagai rekan klub sehingga tidak melihat upaya menghina dari pernyataan tersebut.
"Kami sama sekali tidak pernah merasa kurang dihormati oleh Yamal. Saya mengenal Lamine dengan sangat baik, itu adalah bentuk kepercayaan diri dan juga motivasi tambahan baginya," kata Kounde.
Pernyataan Lamine Yamal yang memicu reaksi
Sebelumnya, setelah Spanyol menyingkirkan Belgia 2-1 di perempat final, Yamal menegaskan bahwa timnya tak gentar menghadapi siapa pun. Ucapannya itu dipandang sebagian pihak sebagai bentuk psywar menjelang duel kontra Prancis.
"Menurut saya, jika Prancis harus takut kepada siapa pun, seharusnya kepada kami. Kami yang sebelumnya menyingkirkan mereka," ujar Yamal.
Yamal juga mengingatkan kemenangan Spanyol atas Prancis pada semifinal Euro 2024 dan di UEFA Nations League, tetapi dia tetap menghormati kualitas Les Bleus.
"Kami tidak takut kepada siapa pun, mereka adalah tim yang hebat, tetapi kami juga percaya dengan kemampuan kami sendiri. Kita lihat saja apa yang akan terjadi nanti," tambah Yamal.
Respons pimpinan dan fokus tim Prancis
Di sisi lain, bek Prancis Ibrahima Konate memilih meremehkan pengaruh pernyataan Yamal terhadap persiapan tim. Konate menegaskan timnya tidak terpengaruh dan tetap menjunjung rendah hati sambil fokus pada tugas lapangan.
"Dia boleh mengatakan apa pun yang dia mau, sejujurnya, kami tidak mendengarkan apa yang dia katakan. Kami tidak boleh takut kepada siapa pun, tetapi harus tetap rendah hati dan fokus pada pertandingan," kata Konate.
Taruhan tinggi di semifinal
Semifinal antara Spanyol dan Prancis diprediksi berlangsung ketat karena mempertemukan juara Euro 2024 dengan runner-up Piala Dunia 2022. Selain rivalitas taktik, pertukaran pernyataan seperti ini menambah tensi jelang perebutan tiket final.
Catatan pertemuan terakhir menunjukkan Spanyol sempat menyingkirkan Prancis pada turnamen-turnamen besar sebelumnya, namun Prancis tetap dianggap salah satu calon juara. Pertandingan ini berpotensi menentukan momentum menuju final Piala Dunia 2026.
Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.
Berita Terkait
KBRI Tokyo Sambut Tim Indonesia Jelang Japan Open 2026
KBRI Tokyo menyambut 27 atlet Tim Bulu Tangkis Indonesia di Bandara Haneda, 12 Juli 2026, jelang Japan Open...
Joe Cole Yakin Inggris Bisa Redam Lionel Messi dan Lolos Final
Joe Cole yakin Inggris mampu meredam Lionel Messi dan melaju ke final Piala Dunia 2026 pada semifinal di Atl...
Indonesia U-18 Kalah 0-3 dari Cina Taipei di AVC
Timnas voli putra Indonesia U-18 kalah 0-3 dari Cina Taipei di AVC, 13 Juli 2026; kebugaran dan mental pemai...
Mitchell Baker Resmi WNI, Erick Thohir Apresiasi DPR
Mitchell Lee Baker resmi menjadi WNI pada 13 Juli 2026, langkah strategis PSSI untuk memperkuat Timnas mengh...
Medco-Pondok Indah Championship 2026: Ajang Golf Amatir Internasional
Medco-Pondok Indah Championship 2026 digelar 14-16 Juli di Jakarta, diikuti pegolf amatir dari delapan negar...
UEFA Tolak Rencana Piala Dunia 2030 Jadi 64 Tim
UEFA, melalui Presiden Aleksander Čeferin, menolak rencana memperluas Piala Dunia 2030 menjadi 64 tim, mengk...