Haaland: Perjalanan Norwegia di Piala Dunia 2026 dan Kontroversi Inggris
Erling Haaland mengatakan ia bangga meski Norwegia tersingkir di perempat final Piala Dunia 2026 usai kalah 1-2 dari Inggris. Dalam wawancara dengan media Norwegia, Selasa, 14 Juli 2026, kapten Timnas itu menyebut turnamen sebagai pengalaman terbaik dalam hidupnya dan menyorot dampak besar bagi negara.
Pengakuan Haaland: pengalaman terbaik meski pahit
Haaland menyatakan enam minggu di Amerika Serikat terasa seperti mimpi. Ia mengaku sulit melupakan momen-momen selama turnamen, meski ada kehampaan setelah langkah timnya berakhir.
"Ini adalah minggu-minggu paling luar biasa dan perjalanan terbaik yang pernah saya alami sepanjang hidup saya. Rasanya seperti mimpi dan sulit untuk memahaminya sekarang,"
Penyerang Manchester City itu menambahkan bahwa kenangan dari sekitar 40 hari terakhir penuh pengalaman dan emosi yang tak terlupakan.
"Kalau saya mengingat kembali sekitar 40 hari terakhir, semuanya terasa luar biasa. Ada begitu banyak pengalaman dan emosi yang kami rasakan,"
Dampak besar untuk sepak bola Norwegia
Haaland menilai pencapaian Norwegia bukan sekadar hasil di lapangan. Menurut dia, performa tim mengangkat nama Norwegia di kancah global dan mengubah pandangan banyak orang terhadap negara itu.
"Penampilan di lapangan memang penting, mengalahkan Brasil adalah pencapaian besar. Tetapi yang paling menyentuh hati saya adalah bagaimana kami menempatkan Norwegia di peta sepak bola dunia,"
Ia juga menegaskan bahwa turnamen ini membawa perubahan bagi dirinya dan masyarakat Norwegia secara keseluruhan.
Kontroversi melawan Inggris: keputusan wasit dan gol dianulir
Haaland menyayangkan beberapa keputusan dalam laga perempat final yang menurutnya merugikan Norwegia. Ia menyebut tim kurang beruntung, termasuk insiden gol yang dianulir.
"Saya yakin semua masyarakat Norwegia sangat menghargai perjalanan ini, saya berharap pencapaian kami bisa mempersatukan banyak orang. Kami harus bangga, tetapi juga belajar dari pengalaman ini,"
Haaland tidak merinci semua keputusan wasit, namun menegaskan bahwa tim dan pendukung merasa banyak yang terjadi di luar kendali mereka pada pertandingan penentu itu.
Dukungan publik dan langkah ke depan
Selama turnamen, dukungan masyarakat melonjak. Sekitar 20 ribu suporter berkumpul di luar Istana Kerajaan di Oslo untuk menyaksikan laga perempat final melawan Inggris. Hal ini memperkuat perasaan bahwa pencapaian tim menyentuh masyarakat luas.
Di akhir wawancara, Haaland menyatakan keinginan untuk beristirahat setelah turnamen yang melelahkan. Ia merasa telah memberikan kemampuan terbaik untuk membawa Norwegia sejauh mungkin.
"Pada akhirnya saya hanya merasa bangga, saya sudah banyak berbicara selama berada di Amerika Serikat. Sekarang saya lelah dan saya rasa sudah waktunya untuk berlibur,"
Kesimpulannya, meski tersingkir, Haaland melihat Piala Dunia 2026 sebagai titik balik bagi sepak bola Norwegia dan pengalaman pribadi yang mendalam, sementara fokus selanjutnya adalah refleksi dan pemulihan menjelang kompetisi berikutnya.
Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.
Berita Terkait
Anthony Hudson Bangga Meski Thailand Gagal Juara FIFA ASEAN Cup
Anthony Hudson tetap bangga pada pemain Thailand meski kalah adu penalti 2-4 dari Indonesia di final FIFA AS...
Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Kokoh di Asia Tenggara
Indonesia juara FIFA ASEAN Cup 2026 usai kalahkan Thailand 4-2, memperkuat dominasi sepak bola negara di Asi...
De la Fuente Puji Lamine Yamal usai Spanyol Tekuk Ceko 3-1
Luis de la Fuente memuji Lamine Yamal setelah Spanyol menaklukkan Republik Ceko 3-1 di Oviedo; Yamal cetak g...
Lamine Yamal Cetak 11 Gol, Perpanjang Rekor di Usia 19
Lamine Yamal menambah koleksi jadi 11 gol untuk Spanyol, mencetak gol di tiga laga awal Nations League dan m...
Dramatis: Pangsuma FC Bangkit dan Taklukkan Proton FC 4-3
Pangsuma FC Kalbar menang dramatis 4-3 atas Proton FC Kuningan di pekan ke-13 Pro Futsal League, 3 Oktober 2...
Blacksteel FC Papua Tekuk Unggul FC 2-0 di PFL 3 Oktober
Blacksteel FC Papua menang 2-0 atas Unggul FC Malang di GOR POPKI Cibubur, 3 Oktober 2026 berkat gol Ardians...