Ekonomi

IHSG Menguat di Pembukaan, Berpeluang Uji Level 6.150

Bagikan:
Grafik IHSG menguat saat pembukaan perdagangan 14 Juli 2026

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada pembukaan perdagangan Selasa, 14 Juli 2026. Pada awal sesi pertama IHSG tercatat di 6.057,76, naik 19,92 poin atau 0,33 persen dari penutupan sebelumnya. Kenaikan didorong sentimen domestik dan eksternal yang mendorong potensi uji level 6.150.

Katalis teknikal dan proyeksi

Fanny Suherman, Head of Retail Research BNI Sekuritas, menilai sisi teknikal mendukung penguatan. Dia menyebutkan bahwa jika IHSG menembus level 6.050, maka pasar berpeluang menguji level 6.150 dalam jangka pendek.

"IHSG berpotensi naik kembali jika menembus level 6.050 dengan target di 6.150 short term."

Menurut Fanny, rentang support berada di 5.970-6.000. Sementara rentang resistansi diperkirakan di 6.100-6.150. Proyeksi ini menjadi acuan bagi investor ritel dan manajer portofolio dalam pengambilan posisi.

Sentimen eksternal: minyak dan geopolitik

Pelemahan beberapa bursa global disebabkan oleh lonjakan harga minyak dunia. Kenaikan itu dipicu oleh pengumuman blokade pengiriman kapal Iran di Selat Hormuz dan rencana biaya pengamanan yang disebutkan pihak AS.

Fanny menjelaskan dampaknya ke pasar modal dan inflasi.

"Pengumuman Trump memicu lonjakan harga minyak dunia dan meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi."

Pergerakan harga minyak dan indeks global

Harga minyak merespons cepat. Minyak WTI naik sekitar 9,4 persen ke sekitar USD78 per barel. Minyak Brent melonjak sekitar 9,6 persen ke sekitar USD83 per barel.

Instrumen Pergerakan
IHSG (pembukaan) 6.057,76 (+0,33%)
Minyak WTI USD78/barel (+9,4%)
Minyak Brent USD83/barel (+9,6%)
S&P 500 (AS) -0,79%
Nasdaq Composite (AS) -1,55%
Dow Jones (AS) -0,26%
Nikkei 225 (Jepang) -1,9%
KOSPI (Korea Selatan) -9,0%
Hang Seng (Hong Kong) +0,16%
ASX 200 (Australia) +0,03%
Taiex (Taiwan) +0,06%

Risiko dan prospek ke depan

Selain geopolitik, pasar juga menantikan data inflasi AS untuk Juni 2026. Fanny mencatat pasar memperkirakan inflasi sedikit melambat menjadi 4,2 persen setelah turunnya harga bensin. Pernyataan pejabat The Fed yang akan tampil di hadapan Kongres turut menjadi faktor penggerak volatilitas.

Investor di dalam negeri perlu mewaspadai sentimen eksternal yang dapat membalikkan penguatan. Namun secara teknikal, jika level 6.050 tertembus, peluang uji 6.150 relatif terbuka.

Farhan Azhar
Penulis
Farhan Azhar

Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.

Berita Terkait