Ekonomi

IHSG Menguat 0,61% ke 6.074 pada Jeda Siang 14 Juli 2026

Bagikan:
Grafik pergerakan IHSG menguat pada jeda siang 14 Juli 2026

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,61 persen pada jeda perdagangan sesi pertama, Selasa, 14 Juli 2026. Hingga siang ini IHSG tercatat di level 6.074,61, naik 36,77 poin dari pembukaan.

Ringkasan perdagangan

IHSG dibuka pada level 6.057,76 dan bergerak di kisaran 6.002,90 hingga 6.084,93 sepanjang sesi pertama. Aktivitas perdagangan relatif tinggi.

  • Volume transaksi: 21,83 miliar saham
  • Nilai transaksi: Rp10,22 triliun
  • Frekuensi: 1,83 juta kali
  • Market breadth: 421 menguat, 182 melemah, 187 stagnan

Sentimen pasar dan harga energi

Tim Pilarmas Investindo Sekuritas mencatat pelaku pasar masih mencermati perkembangan tensi geopolitik di Timur Tengah. Rencana Amerika Serikat untuk memblokade kapal menuju dan dari pelabuhan Iran melintasi Selat Hormuz dinilai menambah ketidakpastian global.

Kondisi ini berdampak pada harga energi. Harga minyak WTI naik ke 77,96 dolar AS per barel, sedangkan Brent mencapai 83,30 dolar AS per barel.

Situasi dan kondisi kian pelik dan tentu kali ini akan melibatkan banyak negara akan memberikan tekanan terhadap AS. pasar memasuki situasi dan kondisi yang penuh dengan ketidakpastian kembali,

Proyeksi ekonomi dan implikasi untuk pasar domestik

Sebuah sentimen positif datang dari S&P Global Ratings yang memproyeksikan ekonomi Indonesia tumbuh 5,1 persen pada 2026 dan mempertahankan peringkat utang di level BBB dengan outlook stabil.

Pilarmas menilai proyeksi S&P memperlihatkan fundamental ekonomi Indonesia relatif kuat dan dapat menjaga minat investor terhadap aset domestik, terutama sektor perbankan, konsumer, dan infrastruktur.

Kami menilai, proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,1% pada 2026 dari S&P Global Ratings memberikan sinyal positif. Bahwa perekonomian nasional dinilai masih memiliki daya tahan yang kuat di tengah ketidakpastian global,

Namun, dampak positif tersebut kemungkinan masih akan dipengaruhi oleh arah kebijakan suku bunga Bank Indonesia dan perkembangan kondisi ekonomi global. Ruang penguatan pasar tetap bergantung pada stabilitas makro dan arus modal asing,

Pandangan teknikal

Dari sisi teknikal, Pilarmas memperkirakan IHSG berpotensi mengalami pelemahan terbatas dalam jangka pendek. Area support diperkirakan berada di level 6.000, sementara resistance berada pada kisaran 6.220.

Secara keseluruhan, pergerakan IHSG pada jeda siang dipengaruhi kombinasi sentimen geopolitik yang meningkatkan harga energi dan penilaian lembaga internasional yang mendorong kepercayaan terhadap ekonomi domestik.

Farhan Azhar
Penulis
Farhan Azhar

Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.

Berita Terkait