Kemenperin Gaungkan Pelestarian Batik Asli dan Lindungi Perajin
Kementerian Perindustrian memperkuat kampanye pelestarian batik asli untuk melindungi perajin dan mendorong naik kelas industri kecil menengah (IKM). Pernyataan itu disampaikan pada 14 Juli 2026 sebagai respons atas kenaikan ekspor batik sekaligus maraknya kain printing bermotif batik yang mengancam posisi batik otentik.
Tren ekspor positif sekaligus tantangan printing
Industri batik menunjukkan tren positif di pasar domestik dan internasional. Ekspor produk batik 2025 tercatat mencapai 30,62 juta dolar AS, naik 13,03 persen dibanding tahun sebelumnya menurut Badan Pusat Statistik (BPS).
Namun demikian, tantangan muncul dari penyebaran kain printing bermotif batik yang diproduksi massal dengan harga lebih murah. Kondisi ini berisiko menggeser posisi batik asli baik dari segi pasar maupun apresiasi budaya.
Ciri batik asli dan urgensi edukasi konsumen
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengingatkan pentingnya pemahaman publik terhadap perbedaan batik otentik dan kain bermotif. Ia menjelaskan ciri khas batik tulis dan cap yang membedakannya dari produk printing.
"Saat ini industri batik terus menunjukkan tren positif, baik di pasar domestik maupun internasional. Ekspornya meningkat dan generasi muda semakin bangga menggunakan batik yang mencerminkan identitas budaya bangsa."
Agus menambahkan, batik asli umumnya dibuat menggunakan malam sehingga motif tembus dan warna kedua sisi kain sedikit berbeda. Batik otentik juga beraroma khas malam, motifnya dikerjakan manual sehingga garisnya tidak selalu presisi, dan harganya mencerminkan waktu serta keterampilan pembuatnya.
"Produk tersebut dipasarkan dengan harga lebih murah dan dapat diproduksi massal dalam waktu singkat. Kondisi itu berpotensi menggeser posisi batik asli dari sisi pasar maupun apresiasi terhadap nilai budayanya."
Program pemerintah: Batikmark dan pendampingan IKM
Untuk melindungi keaslian dan ekosistem batik, Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA) menjalankan pembinaan IKM batik. Salah satu inisiatif utama adalah fasilitasi Batikmark sebagai tanda pengenal dan bukti otentikasi produk.
"Dengan Batikmark, produk IKM binaan memiliki bukti otentikasi yang jelas sehingga konsumen mengenali keasliannya. Batikmark juga memberikan perlindungan serta nilai tambah yang semestinya."
Program pendukung lain mencakup:
- Bimbingan teknis efisiensi produksi
- Penguatan Indikasi Geografis dan sertifikasi TKDN
- Restrukturisasi mesin dan pelatihan peningkatan kompetensi SDM
- Fasilitasi akses pasar dan pembiayaan
Direktur IKM Kimia, Sandang, dan Kerajinan, Budi Setiawan, menyatakan kolaborasi pendampingan juga fokus pada perluasan akses pasar. Ia berharap kegiatan seperti Pagelaran Seni Batik Indonesia Puspa Nuswantara 2026 dapat mempertemukan perajin dengan konsumen baru dan memperkuat posisi industri batik nasional.
Prospek dan implikasi
Penguatan edukasi konsumen dan sertifikasi otentik diharapkan meningkatkan apresiasi terhadap nilai budaya batik serta mendorong daya saing IKM. Langkah ini juga penting untuk memastikan manfaat ekonomi dari ekspor dapat dirasakan langsung oleh perajin dan pelaku usaha skala kecil.
Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.
Berita Terkait
Lima Wanita Terkaya Indonesia Miliki Total Kekayaan Rp325 Triliun
Lima wanita terkaya Indonesia menguasai total kekayaan sekitar Rp325 triliun, dipimpin Marina Budiman dengan...
Kebugaran Anak Muda Indonesia: Minat Tinggi, Informasi Justru Membingungkan
Minat kebugaran anak muda meningkat, namun 42% merasa kewalahan oleh informasi kesehatan yang saling bertent...
Wanita di Bandar Lampung Menangis saat Buaya Muara 2 Meter Diambil
Seorang wanita di Bandar Lampung menangis saat petugas mengevakuasi buaya muara ~2 meter yang dipelihara sej...
Koster Tetapkan Batas: Semua Papan Nama di Bali Wajib Aksara Bali hingga Apr 2027
Gubernur Bali Wayan Koster memberi tenggat akhir April 2027 bagi pemasangan aksara Bali pada papan nama publ...
PPBN 2026 Siapkan Generasi Muda Jadi Duta Pelestari Batik
PPBN 2026 angkat tema Batik Derawan dan Maratua; ajang ini membekali generasi muda jadi duta budaya lewat ka...
HBRC Bandung Rayakan Anniversary ke-17 di Ciwidey
HBRC Bandung merayakan Anniversary ke-17 di Ciwidey dengan sekitar 1.000 peserta, memperkuat ikatan komunita...