Nasional

Rosan: OSS Diperkuat dengan Blockchain dan AI

Bagikan:
Menteri Rosan menjelaskan rencana penguatan OSS dengan blockchain dan AI di DPR RI

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani menyatakan sistem Online Single Submission (OSS) akan diperkuat melalui integrasi blockchain dan kecerdasan buatan (AI)

Mengapa OSS perlu ditingkatkan?

Rosan menjelaskan peningkatan sistem diperlukan agar OSS mampu mendukung integrasi layanan elektronik dengan kementerian dan lembaga lain. Kebijakan baru yang memperluas cakupan layanan perizinan menuntut sistem yang lebih andal dan responsif.

Menurut Rosan, tanpa pembaruan, OSS berisiko menjadi lambat dan berat saat dihubungkan ke berbagai instansi pemerintah.

Alasan penundaan dan solusi sementara

Pengembangan OSS sempat tertunda karena tambahan anggaran baru untuk proyek diterima pada Oktober 2025. Kondisi ini membuat proses lelang tidak bisa diselesaikan sesuai sisa waktu pelaksanaan.

Untuk menjaga keberlangsungan operasional, pemerintah menggunakan anggaran pemeliharaan sebagai langkah sementara sambil menyiapkan pengembangan yang berlangsung bertahap.

Teknologi yang akan diintegrasikan

Rosan menekankan bahwa pengembangan OSS akan melibatkan dua teknologi kunci: blockchain untuk keamanan dan jejak transaksi, serta AI untuk meningkatkan automasi dan kecepatan proses perizinan. Proyek peningkatan OSS dirancang sebagai program multi-years.

"Yang kita lakukan justru sekarang kita menggunakan, mengintegrasikan dengan sistem blockchain dan juga dengan AI yang ada. Jadi program ini memang multi-years,"

Tanggapan DPR dan pertanyaan tentang anggaran

Anggota Komisi XII DPR RI Dipo Nusantara Pua Upa mempertanyakan gagalnya realisasi anggaran pengembangan OSS senilai Rp26,46 miliar. Ia menyoroti posisi OSS sebagai tulang punggung pelayanan investasi dan meminta penjelasan mengenai kegagalan tersebut serta langkah untuk mencegah kejadian serupa.

"OSS ini kan online single submission, ini kan tulang punggung pelayanan investasi, Pak. Gimana kok sampai gagal, Siapa yang bertanggung jawab, langkah konkret apa agar persoalan tata kelola ini tidak terulang?"

Pengawasan dan harapan layanan

Rosan menegaskan pengembangan OSS akan dipantau ketat. Tujuannya agar sistem baru memberi pelayanan yang lebih cepat, terintegrasi, dan adaptif terhadap kebutuhan dunia usaha. Dengan langkah bertahap dan integrasi teknologi, pemerintah berharap perizinan investasi menjadi lebih efisien dan transparan.

Ke depan, proses lelang dan realisasi anggaran proyek akan menjadi fokus pengawasan untuk memastikan program berjalan sesuai rencana dan target pelayanan terpenuhi.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait