Nasional

BPOM Tekankan Integritas Pegawai untuk Perkuat Pelayanan

Bagikan:
Kepala BPOM Taruna Ikrar saat membuka Pembinaan Mental Nasional BPOM 2026 di Jakarta

Kepala BPOM Taruna Ikrar menekankan pentingnya integritas pegawai melalui pembinaan berakhlak untuk memperkuat pelayanan publik. Pernyataan itu disampaikan saat membuka Pembinaan Mental Nasional BPOM 2026 di Kantor BPOM, Jakarta, Rabu, 15 Juli 2026. Tujuannya untuk menjaga citra lembaga dan memastikan layanan yang bersih bagi masyarakat.

Pesan utama: manusia penentu citra lembaga

Taruna menegaskan bahwa citra sebuah lembaga ditentukan oleh individu yang menjalankan tugasnya. Ia menyatakan perlunya motivasi pelayanan yang kuat di kalangan pegawai.

“Yang paling menentukan citra dan peran dari suatu lembaga tentu bukan kantornya. Tapi yang berperan adalah manusia-manusia yang ada sebagai pelaksana dari tugas, pokok, fungsi, dan wewenang tersebut.”

Fungsi BPOM dan tanggung jawab pegawai

Menurut Taruna, BPOM memiliki fungsi dan kewenangan mulai dari pengawasan pre-market hingga post-market, termasuk penindakan dan pemberian sanksi. Lembaga ini juga berinteraksi dengan pemangku kepentingan besar seperti pemerintah, industri, dan konsumen.

Oleh sebab itu, seluruh pegawai diharapkan memiliki integritas, kualitas kerja, dan semangat melayani yang tinggi agar produk yang diterima masyarakat aman dan bermutu.

Rekrutmen dan harapan pada pegawai baru

Taruna mengungkapkan BPOM menerima sejumlah pegawai baru sepanjang 2025. Rinciannya adalah 783 pegawai negeri sipil (PNS) dan sekitar 400 pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), atau total 1.294 pegawai. Ia berharap para penerima tersebut menjadi kader yang berintegritas dan berakhlak.

Komitmen bebas korupsi dan pelayanan bersih

Taruna menegaskan komitmen BPOM untuk menjauhkan lembaga dari praktik korupsi, gratifikasi, dan suap. Ia menyebut lembaga yang kuat harus dibangun melalui pelayanan bersih demi kepentingan masyarakat luas.

“Badan POM harus bebas dari korupsi, gratifikasi, dan dari apa yang kita sebut dengan suap, menyuap, dan sebagainya. Intinya kita ingin menjadi lembaga yang kuat yang dalam pelayanan dan lembaga yang bersih dalam melayani masyarakat luas.”

Penutup: penguatan nilai dan akuntabilitas

Taruna menegaskan tekadnya membangun BPOM yang bersih melalui kepemimpinan dan penguatan nilai berakhlak. Ia menyebut komitmen ini sebagai janji di hadapan Tuhan dan Presiden untuk menjaga integritas lembaga.

Ke depan, keberhasilan program ini bergantung pada implementasi pembinaan dan pengawasan internal. Jika berjalan konsisten, langkah ini berpotensi memperkuat kepercayaan publik terhadap pengawasan obat dan makanan.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait